Musim Kemarau Basah, Sejumlah Wilayah Di Bantul Alami Kekeringan

Kendati demikian, kemarau yang masih sesekali hujan membuat dampak kekeringan tak seperti kemarau kering.

 Tanah lahan pesawahan yang berada di kawasan Kadisono, Kecamatan Pajangan mulai mengering, 

Selasa (26/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

SOLOPOS.COM - Tanah lahan pesawahan yang berada di kawasan Kadisono, Kecamatan Pajangan mulai mengering, Selasa (26/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)

Solopos.com, BANTUL — Memasuki musim kemarau basah, beberapa daerah di Bantul mulai mengalami kekeringan. Kendati demikian, kemarau yang masih sesekali hujan membuat dampak kekeringan tak seperti kemarau kering.

“Kekeringan di Bantul masih ada satu dua, tetapi tidak seperti tahun sebelumnya. Karena musim kemarau tahun ini kan kemarau basah. Jadi dampak kekeringan ini tidak sampai menguras mata air masyarakat,” terang Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto pada Rabu (22/9).

Dijelaskan Dwi, saat kemarau kering dampak kekeringan begitu parah. Kekeringan pasa kemarau basah akan berdampak pada sekup lebih kecil, sementara kekeringan saat kemarau kering bisa berdampak ke beberapa padukuhan.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Di Bantul Dinilai Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

“Kemarau basah kan kemarau yang masih sesekali hujan, masih ada potensi hujannya. Kalau dulu kemaraunya sama sekali kering, tidak ada hujan sama sekali. Sehingga dampak masyarakatnya banyak sumber air yang kering,” tandasnya.

Salah satu wilayah yang mengalami kekeringan terletak di Padukuhan Dermojurang, Selojarjo, Pundong. Dwi menyebut kekeringan sudah terjadi lebih dari setengah bulan. Lokasinya yang terletak pada dataran tinggi membuat akses air masih mengandalkan mata air.

“Untuk mengatasi kekeringan tersebut kita sementara melalukan droping air. Baik dari Tagana, PMI, maupun BPBD Bantul, karena yang mengajukan sana kita fokus ke sana. Sudah sekitar setengah bulan. Permintaan mulai dari dua-tiga tangki air,” tandasnya.

Baca juga: Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Droping Air Saat Kekeringan Bantul

Dwi menyampaikan kepada masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan dan membutuhkan air dapat berkirim surat ke BPBD Bantul. Namun bila mendesak surat dapat dikirimkan menyusul untuk kepentingan administrasi. Sedangkan air bersih akan dikirimkan secepatnya.

Sebelumnya staf kebencanaan PMI Bantul Kuswantoro bahkan menyebutkan PMI telah melakukan droping air ke beberapa wilayah di Bantul seperti Sitimulyo, Piyungan, Seloharjo, Pundong, dan Terong, Dlingo.

“Sudah ada sekitar 25 tangki, per tangki 5.000 liter yang telah kami bagikan ke tiga wilayah tersebut. Agar cepat kami bekerja sama dengan Tagana,” tandasnya dilansir dari Harian Jogja.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Terungkap! Mahasiswi di Sleman Minum Racun Tikus Gegara Tugas Kuliah

Mahasiswi di Sleman yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos diduga melakukan bunuh diri dengan cara minum racun tikus.

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Pilu, 4 Tahun Asmara Nani Satai Beracun Digantung Aiptu Tomi

Terdakwa kasus satai beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, pilu mendengar pernyataan Aiptu Tomi, yang hadir sebagai saksi pada persidangan kasus satai beracun di PN Bantul, Kamis (21/10/2021).

Selang 18 Menit, Gempa M 4,8 Guncang Laut Selatan Yogyakarta

Gempa bumi juga terjadi di laut selatan Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (22/10/2021) pukul 09.39 WIB.

Banjir Lahar Merapi Mengintai, BPBD Sleman Tambah Sensor EWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sleman mewaspadai potensi banjir lahar hujan Merapi saat cuaca ekstrem.

Dorong Pemulihan Ekonomi, 4.500 PKL dan Warung di Bantul Terima Bantuan

Kodim 0729 Bantul menyalurkan bantuan tunai untuk 4.500 PKL dan warung di Kabupaten Bantul pada Rabu (13/10/2021) untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Gunungkidul Tak Ditahan, Kok Bisa?

Seorang pria di Gunungkidul, Yogyakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan terhadap anak tiri hingga hamil.

Duh! Pelaku Perusakan Bus Arema FC Masih di Bawah Umur & Tenggak Miras

Pelaku perusakan bus milik Arema FC di sebuah hotel di Kota Jogja yang diringkus polisi masih di bawah umur dan dipengaruhi minuman keras (miras).

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.

Bus Arema FC Dirusak, Pelaku Bawa Spanduk 'Persebaya Ekstrem'

Bus pemain Arema FC yang terparkir di sebuah hotel di Kota Jogja dirusak sejumlah orang yang diduga oknum Persebaya Surabaya.

Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Penghuni Panti Asuhan Yapitu di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul gempar, Rabu (20/10) malam, karena kardus misterius di kursi teras berisi bayi laki-laki.

Pelaku Tabrak Lari di Sleman Belum Ditetapkan Tersangka, Kok Bisa?

Seorang perempuan menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Pelaksanaan PTM Tingkat SMP Di Kulonprogo Sudah 90 Persen

Capaian angka sebesar 90 persen untuk pelaksanaan PTM di level SMP menjadi angin segar dunia pendidikan di Kulonprogo.

Besok, Sekolah-Sekolah di Sleman yang Gelar PTM akan Di-Swab

Disdik Sleman akan menggelar sampling tes swab bagi siswa dan guru di sekolah yang menggelar PTM. Tes swab ini akan digelar di tiga kapanewon (kecamatan).