Ilustrasi ular. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI – Sejumlah warga Boyolali khawatir saat musim penghujan ini akan memicu kemunculan ular yang mengancam  keselamatan hewan ternak dan anak-anak kecil.

Salah satu warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, Sarjono, 48, mengaku warga menjadi resah dengan seringnya ditemukan ular-ular di kampungnya.

“Warga mulai resah. Di sini kan banyak ternak ayam. Dan yang paling penting adalah banyak anak kecil, takutnya memangsa mereka juga. Sejauh ini sih belum ada laporan kehilangan ternak,” ujarnya saat ditemui solopos.com di sekitar tempat tinggalnya, Jumat (10/1/2020).

Menurut dia, ukuran ular yang pernah ditemukan cukup beragam. Ular yang ukurannya kecil sering ditemukan di dalam rumah, sedangkan ular besar biasanya ditemukan di luar rumah.

“Yang cukup besar biasanya ada di sungai [selokan]. Selokan di kampung ini bermuara di Kali Gedhe,” ujar Sarjono yang ikut menangkap ular piton 3,5 meter pada pekan lalu.

Warga lainnya, Budi Santosa, mengatakan sudah sering menemukan ular dengan berbagai ukuran. Dalam beberapa bulan terakhir, warga menemukan puluhan ular di berbagai tempat, antara lain di selokan, di jalan, maupun di dalam rumah.

Namun diakuinya, ular sepanjang 3,5 meter yang ditemukan pekan lalu lalu merupakan ular terbesar yang pernah ditangkap warga.

“Puluhan kali ada lah ular ditemukan di sini. Kadang di sungai [selokan], kadang di dalam rumah,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali, Dono Rumekso mengatakan, selama ini penemuan hewan liar seperti ular jarang dilaporkan ke pihaknya.

93.750 Orang Di Boyolali Miskin

Ia mengatakan pada bulan Desember 2019 lalu sudah mengevakuasi empat ular jenis piton. “Memang saat ini memasuki awal musim penghujan menjadi saat ular berkembang biak,” ujarnya.

Dono mengimbau warga jika mendapati jenis ular berbahaya di lingkungan mereka segera melaporkan ke Damkar Boyolali.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten