Kategori: Sukoharjo

Musim Hujan, Damkar Sukoharjo Banjir Permintaan Evakuasi Ular


Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani

Solopos.com, SUKOHARJO -- Petugas pemadam kebakaran Satpol PP Sukoharjo mulai kebanjiran permintaan mengevakuasi ular memasuki musim penghujan.

Dalam sepekan ini, petugas pemadam kebakaran Sukoharjo setidaknya mengevakuasi dua ular. Padahal biasanya sepekan tidak ada permintaan evakuasi ular.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Margono mengatakan permintaan evakuasi ular meningkat sejak November lalu. Hal ini seiring munculnya fenomena ular yang tak hanya terjadi di wilayah Sukoharjo, namun juga daerah lainnya.

"Musim penghujan seperti sekarang ini memang menjadi waktu bagi bayi ular menetas. Jadi permintaan evakuasi ular pun meningkat," katanya kepada Solopos.com, Selasa (1/12/2020).

Target PAD Pariwisata Karanganyar 2021 Dipastikan Naik Meski Ada Pandemi

Dia mengatakan saat musim hujan seperti sekarang merupakan musim ular bertelur. Sehingga, pihaknya mengimbau warga untuk tidak menumpuk barang bekas di sekitar rumah karena berpotensi digunakan tempat ular bertelur.

Tak hanya itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera membersihkan barang bekas. Sebab tidak hanya rawan dipakai sarang ular, namun juga bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Akibatnya muncul kerawanan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Apabila menemui ular baik di rumah maupun di lingkungan sekitar maka segera laporkan ke Damkar Sukoharjo (0271) 593113. Nanti akan dilakukan penanganan dengan penangkapan. Jangan bertindak sendiri karena membahayakan,” lanjutnya.

Menjaga Kebersihan Agar Ular Tak Masuk Rumah

Margono mengatakan fenomena ular sering muncul pada saat musim hujan karena ular mencari tempat berlindung. Guna mencegah agar ular tidak masuk rumah, Margono meminta warga menjaga kebersihan terutama di dalam rumah.

Kasus Covid-19 Nasional Memburuk, Epidemiolog Kritik Kebijakan Cuti Bersama

Hal ini agar hewan yang menjadi sumber makanan ular seperti tikus, katak dan lain-lain tidak masuk rumah. Hewan tersebut biasanya memakan sisa makanan lalu mengundang ular untuk masuk rumah memburu hewan itu.

"Musnahkan atau bersihkan barang yang membuat nyaman ular bersembunyi, seperti tumpukan kayu, barang-barang bekas di tempat yang lembap dan gelap," katanya.

Kemudian, Margono meminta warga membersihkan sekitar rumah, rerumputan dan tumbuhan yang rimbun. Dikatakannya, agar ular tidak masuk ke dalam rumah harus menyemprotkan pewangi ruangan di dalam rumah.

4 Kantor OPD Pemkab Sragen Lockdown Gegara ASN Positif Covid-19

Selain itu bisa juga menaruh kapur barus di taruh depan pintu gerbang, atau pewangi yang lain karena ular tidak suka bau menyengat.

"Pada musim hujan seperti sekarang kami imbau masyarakat lebih waspada akan ancaman ular,” ujarnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati