Ilustrasi banjir (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, MADIUN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun mengaktifkan kembali Early Warning System (EWS) di sejumlah lokasi di sungai yang rawan luapan banjir seiring dengan masuknya musim penghujan.

Beberapa lokasi yang dipasangi EWS di antaranya yaitu Patihan, Kelun, dan Bok Malang. EWS ini dipasang untuk memberikan peringatan dini saat air sungai meluap supaya masyarakat lebih tanggap saat bencana menerjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun, Agus Hariono, mengatakan EWS ini bisa memberikan informasi secara cepat, akurat, tepat sasaran, dan mudah diterima.

“Dengan EWS diaktifkan, jika sewaktu-waktu air naik melewati ambang batas dan terdeteksi. Masyarakat bisa bertindak,” kata dia, Jumat (6/12/2019).

Agus berharap dengan aktifnya EWS ini bisa menambah kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Saat ada peringatan EWS ini, masyarakat bisa segera siap siaga dan bertindak sesuai kondisi dan situasi yang tepat.

Selain mengaktifkan alat EWS, pihaknya juga melatih masyarakat untuk tanggap bencana. Tidak hanya penanganan, tetapi juga penyelamatan terhadap korban terdampak bencana.

“Pelatihan sudah kami laksanakan. Sosialisasi juga sudah dilaksanakan. Intinya masyarakat diimbau untuk tidak buang sampah sembarangan. Jangan membuang pohon, termasuk batang pisang di sungai atau saluran. Karena bisa menyumbat aliran air dan bisa terjadi banjir,” kata dia.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mewaspadai angin puting beliung dan pohon tumbang. Dalam menghadapi musim penghujan, BPBD berkerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan pemangkasan dahan dan menebang pohon yang rawan roboh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten