Musim Durian Wonogiri Sudah Tiba, Saatnya Berburu!
Warinem (kiri), melayani pembeli duriannya di sudut perempatan belakang Kantor DPRD Wonogiri, Kamis (21/11/2019). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Musim panen durian sudah tiba di Wonogiri. Para pedagang buah manis berwarna kuning itu mulai bermunculan di pinggir jalan Kota Gaplek.

Warinem salah satunya. Perempuan itu menggelar buah durian dagangannya di sudut perempatan belakang Kantor DPRD Wonogiri, Kamis (21/11/2019) siang.

Bau khas durian menusuk hidung. Tak berselang lama tiga orang keluar dari mobil pribadi lalu mereka menghampiri perempuan 45 tahun itu.

“Wah, sudah musim durian ternyata. Yang enggak ada pahitnya ada De [sapaan untuk bude atau mbokde]?” ucap Eko yang datang bersama istri dan anaknya.

Mulai 2020, Pengangguran Digaji Pemerintah Hingga Rp7 Jutaan

Pedagang yang biasa disapa Wari itu bergegas memilih. Kedua tangannya menggunakan sarung tangan agar tak sakit saat memegang buah penuh duri itu.

Setelah mendapatkan lima buah durian yang diinginkan dan membayarnya senilai Rp200.000, Eko yang merupakan anggota Polres Wonogiri asal Giriwono, Kecamatan Wonogiri, itu beranjak.

Ngaku Cinta dan Sayang, Siswa SMA Tega Bacok Guru di Bantul

Eko mengaku menjadi pelanggan Warinem sejak tujuh tahun lalu. Dia menjadi pelanggan setia karena durian yang dijual Warinem berkualitas. Saat ingin menikmati durian dengan warna daging dan rasa tertentu pun Warinem bisa memenuhinya.

Laris Manis, Warung di Sragen Ini Jual Nasi Soto Rp1.000/Mangkok

Menurut Wari, warga Wonogiri sudah memanen buah durian sejak sepekan terakhir. Saat ini masih tahap awal sehingga belum banyak pedagang yang menjualnya.

Selain dirinya, ada pedagang lain yang menjual durian di sudut persimpangan Ngadirojo. Biasanya puncak panen raya terjadi pada Desember-Januari. Sebulan kemudian durian semakin sulit dicari karena produksi sudah mulai menipis.

Fadli Zon Tuding Pemerintah Jokowi Oligarki, Najwa Shihab: Berani Kritik Prabowo?

Warinem berjualan setiap musim durian tiba di belakang Kantor DPRD sejak 1980-an. Warga Suko Kidul, Mlokomanis Kulon, Ngadirojo, itu hanya menjual durian lokal.

Sejak beberapa tahun terakhir dia memasang harga yang sama. Durian berukuran sedang dijualnya Rp100.000 mendapat tiga buah dan kecil Rp20.000-Rp50.000/buah tergantung kualitas daging buah.

Khasiat Habbatussauda Diklaim Sembuhkan Segala Penyakit Kecuali Kematian

Dia jarang menjual durian berukuran besar. Wari menjamin duriannya berkualitas. Dia menggaransi jika rasa duriannya tak enak konsumen bisa menukarnya.

“Di awal musim durian begini paling saya baru bisa menjual 50-60 buah/hari. Kadang bisa habis, kadang sisa 5-7 buah. Kalau pas panen raya, saya bisa menjual sampai 500-an buah/hari. Alhamdulillah selalu laris,” kata Wari.

Tips Jitu Hentikan Kebiasaan Mengompol pada Anak

Konsumen Wari kebanyakan merupakan pelanggan tetap. Biasanya mereka memesan terlebih dulu sebelum membeli.

Bahkan sebelum musim durian sudah banyak yang bertanya kepadanya.

Waduh, Kalori Kerupuk Setara Sepiring Nasi

"Selera mereka berbeda-beda. Ada yang suka rasanya ada pahitnya, ada juga yang suka manis. Ada yang hanya mau kalau warna dagingnya putih atau kuning. Semua bisa saya penuhi," jelas dia.

Ketagihan Pakai Tisu Magic? Lakukan 5 Hal Ini Biar Perkasa

Dia kulak durian dari warga sejumlah desa di Ngadirojo, Girimarto, bahkan hingga Jatipuro, Karanganyar dengan cara mendatangi masing-masing rumah mereka. Hal itu supaya Wari bisa memilih durian yang berkualitas.

Canggih! Ada Fitur Pendeteksi Gempa Bumi di HP Xiaomi

Oleh karena itu dia hapal masing-masing rasa dan warna daging durian yang dijualnya. Dia mencontohkan durian dengan warna daging putih dan rasanya sedikit pahit berasal dari pohon miliknya si A.

Inilah 19 Wahana & Fasilitas di Jogja Bay Waterpark

Sementara durian yang dagingnya berwarna putih dan rasanya manis berasal dari pohon milik si B. Dengan begitu Wari bisa memenuhi pesanan konsumen. Dia mempertahankan kebiasaan itu selama menjual durian.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom