MUSIBAH KEKERINGAN : Kekeringan di Jateng Bagian Selatan Meluas

Selasa, 20 Oktober 2015 - 17:51 WIB Penulis: Jibi Solopos Antara Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekeringan (JIBI/Solopos/Dok.)

Musibah kekeringan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan semakin luas.

Kanalsemarang.com, CILACAP-Kekeringan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas semakin meluas, kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Teguh Wardoyo.

“Dari pantauan kami, wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem semakin meluas. Ini karena beberapa wilayah yang sebelumnya masuk kategori kemarau sangat panjang, kini menjadi kekeringan ekstrem,” katanya di Cilacap, Selasa (20/10/2015).

Menurut dia, suatu wilayah masuk kategori kekeringan ekstrem jika lebih dari 60 hari tidak ada hujan, sedangkan kemarau sangat panjang jika dalam kurun 31-60 hari tidak ada hujan.

Bahkan, kata dia, ada beberapa wilayah yang telah lebih dari 90 hari tidak ada hujan, antara lain daerah-daerah di pesisir selatan Cilacap, wilayah barat Cilacap, sebagian Kabupaten Banyumas, Kebumen, dan Purworejo.

Selain itu, lanjut dia, kebakaran hutan juga banyak terjadi dan terakhir kali melanda kawasan hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, pada Senin (19/10/2015).

Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut disebabkan pengaruh fenomena “El Nino” di wilayah Jateng selatan masih kuat.

“Kami prakirakan awal musim hujan di wilayah Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara akan berlangsung mulai dasarian (10 hari, red.) pertama bulan November dengan masa transisi relatif pendek. Sementara awal musim hujan di wilayah Kebumen dan Purworejo diprakirakan pada dasarian kedua bulan November,” katanya.

Dia mengakui bahwa tanda-tanda akan datangnya musim hujan sebenarnya mulai terlihat dan dapat dirasakan, antara lain adanya pembentukan awan hujan dan hawa terasa panas meskipun suhu udara hanya berkisar 29-30 derajat Celcius.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE foto Jenazah Kopilot Helikopter Jatuh Briptu Lasminto Dimakamkan di Serang Banten 6 menit yang lalu

HEADLINE soloraya 4 Kali Dibobol Maling, Kapolres Klaten Datangi Angkringan Mas Bro 6 menit yang lalu

HEADLINE news Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam 10 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Usulan, Keputusan UMK Karanganyar 2023 Kini di Tangan Bupati 12 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Apa Itu Joget Pargoy yang Diharamkan MUI Jember? Berikut Penjelasannya 16 menit yang lalu

HEADLINE bisnis Bertabur Hadiah dan Promo Menarik, Candi Vaganza Exhibition Kembali Digelar 21 menit yang lalu

HEADLINE news Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi 30 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Sederet Alasan MUI Jember Haramkan Joget Pargoy, Goyangan yang Viral di Tiktok 48 menit yang lalu

HEADLINE foto Edukasi Antikorupsi, 80.000 Siswa di Jambi Cetak Rekor MURI Bermain Cingkling 50 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat! Solopeduli Terima Dua Penghargaan dalam IFA 2022 56 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ingin Layanan Online di Dispendukcapil Sragen, Bisa Booking Nomor Antrean 56 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Lurah Muda di Sragen Buka Pelayanan PBB di Pos Kamling dan Bentuk Duta Pajak 1 jam yang lalu

HEADLINE lifestyle Viral di Tiktok, MUI Jember Haramkan Joget Pargoy 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Intiyas Utami, Serba Pertama dari Guru Besar hingga Rektor Perempuan di UKSW 1 jam yang lalu

HEADLINE entertainment Sinopsis Film Horor Qorin, Ritual yang Berujung Teror Mengerikan 1 jam yang lalu