Kondisi museum dan waterpark Wonoboyo yang dibangun Pemdes Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Rabu (24/7/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Wonoboyo menjadi salah satu desa di Kecamatan Jogonalan, Klaten, yang terdampak proyek pembangunan jalur https://soloraya.solopos.com/read/20190719/493/1006760/pasokan-air-separuh-pelanggan-pdam-klaten-terancam-proyek-tol-solo-jogja" title="Pasokan Air Separuh Pelanggan PDAM Klaten Terancam Proyek Tol Solo-Jogja">tol Solo-Jogja. Bangunan rumah hingga balai desa ikut terkena.

Tak hanya itu, kawasan museum dan waterpark yang dibangun Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, juga bakal terdampak proyek jalan https://soloraya.solopos.com/read/20190712/493/1004829/bupati-klaten-cek-45-desa-terdampak-tol-solo-jogja" title="Bupati Klaten Cek 45 Desa Terdampak Tol Solo-Jogja">tol Solo-Jogja. 

Museum Wonoboyo dibangun sebagai penanda bahwa di desa tersebut pernah ditemukan emas kuno dari abad ke-9. Sejumlah aparatur desa di Jogonalan pun kebanjiran pertanyaan warga soal rencana proyek tol tersebut.

Kepala Desa (Kades) Wonoboyo, Supardiyono, mengatakan sekitar tiga bulan lalu ada perwakilan tim survei proyek jalan tol Solo-Jogja yang mendatangi pemerintah desa (pemdes). Aparatur desa ditunjukkan gambar berupa foto udara kawasan Wonoboyo yang masuk rencana proyek jalan tol. 

Total luas lahan terdampak di Wonoboyo sekitar 4,7 ha. Jalan tol rencananya membelah desa seluas 141 ha dengan sekitar 1.100 keluarga itu. “Kalau dilihat dari gambarnya itu pas [jalan tol] di tengah-tengah Wonoboyo,” kata Supardiyono saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/7/2019).

Dari gambar itu, mayoritas kawasan terdampak proyek tol merupakan lahan pertanian. Sementara bangunan yang bakal tergusur yakni bagian depan kantor desa dan bagian depan SDN 1 Wonoboyo. Ada juga satu rumah warga yang terancam tergusur https://soloraya.solopos.com/read/20190711/493/1004960/sekolah-dengan-seribuan-murid-di-klaten-ini-terancam-tergusur-tol-solo-jogja" title="Sekolah Dengan Seribuan Murid di Klaten Ini Terancam Tergusur Tol Solo-Jogja">proyek jalan tol.

Mengenai Museum Wonoboyo dan waterpark di Dukuh Plosokuning, lahan yang terdampak seluas 2.000 meter persegi yang sedianya dipakai untuk lahan parkir. “Kalau memang benar, kami bersyukur yang kena hanya tempat parkir dan itu bisa dipindahkan,” kata Supardiyono.

Museum Wonoboyo dibangun sejak 2017 mengandalkan dana desa. Pembangunan masih berlangsung dengan total dana yang sudah digelontorkan mencapai Rp1,7 miliar. Museum itu dibangun untuk wisata edukasi serta penanda di Wonoboyo pernah ditemukan emas kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke-9.

Meski sudah mendapatkan peta wilayah yang masuk rencana proyek jalan tol, Supardiyono mengatakan hingga kini dia tak berani menyosialisasikan ke warga. Hal itu karena belum ada informasi resmi dari pemerintah soal wilayah-wilayah yang dipastikan terdampak proyek tol.

Tim yang mengaku dari proyek jalan tol baru sekali mendatangi pemerintah desa setempat. Supardiyono juga menjelaskan pada Minggu (21/7/2019), ada drone berseliweran di atas Desa Wonoboyo. 

Hanya dia tak bisa memastikan apakah pengoperasian drone tersebut berkaitan dengan kawasan terdampak proyek jalan tol. “Masyarakat sejauh ini hanya bisa meraba-raba. Sementara ini pembangunan museum tetap berlanjut,” kata dia.

Meski belum pasti melintasi Wonoboyo, pemdes setempat sudah ancang-ancang jika kantor desa serta sekolah terdampak proyek tol. Tanah kas desa dipersiapkan untuk pemindahan sekolah serta kantor desa.

Kades Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Sarono, juga mengaku sudah menerima gambar berupa foto udara wilayah Dompyongan disertai kawasan yang masuk rencana proyek tol Solo-Jogja. Gambar itu diterima dari tim survei jalan tol yang mendatangi kantor desa setempat sekitar dua bulan lalu.

Mayoritas lahan terdampak merupakan lahan pertanian serta terdapat permukiman di dua RW dengan jumlah penduduk sekitar 200 keluarga. “Untuk detail titiknya mana saja yang kena kami belum menerima,” kata dia.

Sarono menuturkan lantaran belum ada kepastian soal daerah yang bakal terdampak tol, pemdes belum berani menyosialisasikan ke warga lantaran peta bisa saja berubah. Apalagi pemdes belum mendapatkan detail kawasan-kawasan terdampak.

Hanya, beberapa waktu terakhir banyak warga mempertanyakan rencana proyek jalan tol. “Justru warga tahunya dari daerah lain. Saya jelaskan kalau informasinya belum pasti, menunggu saja dan tetap tenang. Kami juga ingatkan warga jangan terpengaruh dengan spekulan,” urai dia.

Sarono mengatakan tim dari proyek jalan tol baru sekali mendatangi kantor desa setempat. Dia juga tak menampik sekitar dua pekan lalu ada drone berseliweran di atas Desa Dompyongan. 

Sarono sempat menemui operator drone tersebut yang mengaku hanya untuk keperluan tata ruang pemerintah pusat. Kades Joton, Kecamatan Jogonalan, Aris Gunawan, mengatakan pemdes belum mendapatkan informasi soal rencana proyek jalan tol Solo-Jogja. 

Namun, selama empat hari pada Jumat-Senin (12-15/7/2019), ada drone yang dioperasikan sekelompok orang berseliweran di atas Desa Joton. “Orang-orangnya ditanya warga katanya hanya untuk satelit. Kami pemdes tidak tahu kalau ada pengoperasian drone itu karena sebelumnya tidak datang ke kantor desa,” kata Aris.

Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Joko Suprapto, mengatakan pemkab hingga kini menunggu informasi kelanjutan rencana proyek jalan tol Solo-Jogja yang melintasi Klaten. 

Sejak pertemuan pembahasan proyek jalan tol antara tim dari Kementerian PUPR dan Pemkab pekan lalu, belum ada pertemuan lanjutan. “Usulan-usulan sudah kami sampaikan dan kami menunggu hasilnya,” ungkapnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten