Pengunjung Museum Karst Wonogiri sebelum banjir melanda lokasi itu November 2017. (Istimewa-Museum Karst)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong>--Badan Geologi Bandung Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hendak menyerahkan pengelolaan Museum Karst yang berada di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri setelah 2019 mendatang.Namun, Pemkab Wonogiri meminta ada perbaikan terlebih dahulu pada bagian yang rusak akibat banjir tahun lalu.</p><p>&ldquo;Pasca bencana kemarin, Museum Karst Wonogiri memerlukan beberapa perbaikan karena terdapat kerusakan di beberapa bagian. Setelah diidentifikasi oleh Badan Geologi Kementrian ESDM, memang perlu perawatan dan perbaikan intensif,&rdquo; ujar <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180427/495/913117/bupati-wonogiri-malu-namanya-dicatut-penipu-dompleng-event-campursari">Bupati Wonogiri</a>, Joko Sutopo saat ditemui <em>Solopos.com</em> di ruang kerjanya, Rabu (2/5/2018).</p><p>Menurut lelaki yang akrab disapa Jekek tersebut, hibah aset pengelolaan Museum Karst ke Pemkab <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180504/495/913489/revitalisasi-pasar-purwantoro-wonogiri-molor">Wonogiri</a> dapat dilakukan dengan syarat kerusakan yang terdapat pada Museum Karst dapat diperbaiki terlebih dahulu. Setelah seluruh bagian berkondisi baik dan normal, barulah aset dapat diserahkan.</p><p>&ldquo;Kami saat ini tentunya melakukan observasi awal termasuk bagaimana agar nanti harus ada pendampingan kementerian terkait [Kementerian ESDM] dan Badan Geologi untuk terkait tata kelola Museum Karst ke depan. Di Museum Karst sangat banyak objek yang menjadi media edukasi, kami harus menguasai pemasalah itu agar pengelolaan sebagai wahana edukasi bidang geologi di wilayah <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180503/495/914116/pamong-31-desa-wonogiri-belum-gajian-4-bulan">Wonogiri</a> bagian selatan berjalan baik,&rdquo; ujar dia.</p><p>Saat ini Museum Karst sudah dapat dikunjungi wisatawan. Hanya saja, mereka terpaksa harus melalui pintu belakang karena pintu depan dan bagian depan museum mengalami kerusakan saat banjir menerjang museum tersebut. Kebijakan masuk lewat pintu belakang dilakukan sebagai antisipasi terjadinya risiko keamanan pengunjung. Selain museum, wisatawan juga dapat mengunjungi beberapa gua yang berada di kawasan itu seperti Gua Tembus, Gua Sodong, Gua Mrica, Gua Potro Bunder dan Luweng Sapen.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten