Tutup Iklan

Museum Batik Solo di Eks Rumah Koruptor Simulator SIM Tinggal Selangkah Lagi

Museum Batik Solo di Eks Rumah Koruptor Simulator SIM Tinggal Selangkah Lagi

SOLOPOS.COM -

KPK akan menyerahkan rumah eks Kakorlantas Polri ke Pemkot Solo hari ini.

Solopos.com, SOLO -- Rencana pembuatan museum batik di bekas rumah koruptor simulator SIM Korlantas Polri tinggal selangkah lagi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyerahkan aset tanah dan bangunan rumah eks Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Djoko Susilo di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 70 Sondakan, Laweyan, Solo, kepada Pemkot, Selasa (17/10/2017) ini. (Baca: Dihibahkan ke Pemkot Solo, Bekas Rumah Koruptor Simulator SIM Dijadikan Museum Batik)

Penyerahan aset tanah seluas 3.077 meter persegi berikut bangunannya itu tanpa mengundang satu pun keluarga Djoko Susilo. Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Setda Solo, Hernawati, mengatakan jumlah tamu undangan di acara itu ada 150 orang. Mereka di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pimpinan KPK, dan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Selain itu tentu pimpinan OPD [organisasi perangkat daerah], camat, dan lurah di kecamatan Laweyan,” katanya kepada wartawan Senin (16/10/2017).

Dari 150 tamu undangan tersebut, Herna mengatakan tidak mengundang keluarga eks Kakorlantas. Sesuai susunan acara, KPK akan menandatangani dokumen serah terima dengan Pemkot. (Baca: Petugas DLH Terkagum-Kagum saat Bersihkan Rumah Koruptor Simulator SIM)

Mereka direncanakan meninjau lokasi mengelilingi seluruh bagian dari rumah yang merupakan bangunan cagar budaya (BCB) tersebut. Beberapa persiapan telah dilakukan Pemkot sebelum penyerahan aset tersebut, di antaranya pembersihan lokasi.

“Kita sudah lakukan pengecatan dan bersih-bersih. Tapi tidak banyak kok yang kita kerjakan, karena kondisi bangunannya memang bagus,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sugiyatno mengatakan proses hibah telah rampung dengan keluarnya surat persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rencana penyerahan hibah aset tanah dan bangunan telah ditindaklanjuti Pemkot dengan meninjau lokasi tersebut belum lama ini. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, dia mengatakan kondisi bangunan di tanah seluas 3.077 meter persegi itu baik dan layak pakai.

Nilai aset tanah dan bangunan itu ditaksir mencapai Rp48 miliar. “Sejak disita KPK, bangunan itu tetap dirawat. Jadi kondisi bangunannya bagus,” katanya.

Bangunan dengan perpaduan gaya arsitektur Jawa dan Eropa itu disita lembaga antirasuah lantaran Djoko Susilo tersangkut korupsi pengadaan simulator surat izin mengemudi (SIM). Permohonan pengelolaan rumah tersebut diajukan Pemkot kepada KPK pada awal 2016.

Sesuai permohonan Pemkot, dia mengatakan tanah dan bangunan tersebut akan digunakan sebagai museum batik. Namun saat ditanya bagaimana konsep museum batik tersebut, dia mengatakan masih akan dibahas oleh tim OPD terkait.

“Setelah diserahkan, listrik dan pemeliharaan bangunan sementara akan menjadi tanggung jawab Bagian Umum Pemkot,” katanya.

Nantinya sesudah museum batik beroperasi, kewenangan operasional baru diserahkan kepada OPD terkait dalam hal ini Dinas Kebudayaan (Disbud). Rencana pemanfaatan menjadi museum batik merupakan lanjut rencana Pemkot mendirikan museum batik seusai ide mengakuisisi Omah Lawa batal direalisasikan. Wacana pendirian museum batik itu sendiri sudah mencuat sejak 2014 lalu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.