Murah Meriah, Wisata Bukit Sidoguro Klaten Akan Terus Dikembangkan
Pengunjung berswafoto di Bukit Sidoguro Klaten, Sabtu (7/3/2020). Pemkab Klaten akan terus menata dan mengembangkan bukit tersebut ke depan. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Bukit Sidoguro yang berada di Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten akan terus dikembangkan oleh Pemkab. Bukit ini lokasinya berada di ketinggian dengan pemandangan utama Rawa Jombor seluas 189 hektare.

Sejak diresmikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, akhir Desember 2019, Bukit Sidoguro selalu didatangi pengunjung dari berbagai daerah di Klaten dan sekitarnya. Hal itu termasuk wisatawan lokal dari kota-kota besar di Tanah Air, seperti asal Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya.

Soal Urus Jenazah Pasien Corona, Wapres Ma’ruf Amin Minta MUI Bikin Fatwa

Di lokasi ini disediakan sejumlah spot selfie dengan view utama Rawa Jombor. Di samping itu, terdapat beberapa taman yang dinilai akan menambah suasana asri di kompleks Bukit Sidoguro. Setiap pengunjung yang akan menikmati pemandangan di bukit ini hanya dtarik uang tiket senilai Rp5.000 per orang. Harga tersebut diyakini sangat merakyat.

“Tiket masuk ke Bukt Sidoguro memang sangat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di Klaten dan sekitarnya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Ahmad Susanto, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (14/3/2020).

6 Trip KA Jarak Jauh Dibatalkan Sampai Akhir Maret

Meski pengunjung ke Bukit Sidoguro selalu tinggi pascadiresmikan akhir tahu lalu, Ahmad Susanto mengatakan pengelola Bukit Sidoguro tetap berusaha menambah kenyamanan pengunjung. Di tahun 2020, Pemkab Klaten menyediakan anggaran senilai Rp2 miliar. Dana tersebut diperuntukkan memperbaiki fasilitas yang ada dikompleks bukit. Hal ini termasuk pembuatan taman di kawasan bukit.

“Dengan dana itu, kami akan membenahi panggung utama. Lahan parkir juga akan diperluas. Tentunya, taman akan ditambah lagi agar lebih asri,” katanya.

WHO Buka Layanan Informasi Virus Corona Lewat Whatsapp

Kolaborasi

Ahmad Susanto mengatakan pengembangan Bukit Sidoguro yang dikelola Pemkab Klaten ini selaras dengan rencana pengembangan Rawa Jombor yang dikelola Pemprov Jateng. Diharapkan, sinergitas antara dua pemerintahan itu dapat semakin“menghidupkan” kawasan Rawa Jombor dan Bukit Sidoguro.

“Antara rawa dan bukit ini masih terbilang satu kawasan. Dalam pengembangan dunia pariwisata itu memang harus saling melengkapi. Tidak ada saling menjatuhkan. Semangat ingin menang bersama dalam rangka menarik pengunjung itu yang kami lakukan bersama Pemprov Jateng,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho