Murah Meriah! Jenang Gempol Bu Kiryanti Klaten Cuma Rp5.000

Jenang gempol menjadi makanan tradisional yang biasanya dijadikan sebagai santapan saat sarapan.

 Jenang Gempol. (klatenkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Jenang Gempol. (klatenkab.go.id)

Solopos.com, KLATEN – Jenang gempol menjadi makanan tradisional yang biasanya dijadikan sebagai santapan saat sarapan. Salah satu orang yang masih berjualan makanan tersebut adalah Kiryanti.

Dikutip dari klatenkab.go.id, Sabtu (27/11/2021), Kiryanti berjualan di depan Puskemas Klaten Tengah, Desa Pandanrejo, Klaten Tengah. Menariknya, kudapan ini bisa dinikmati dengan harga yang cukup murah yakni Rp5.000.

Baca Juga: Disparbudpora Klaten Bakal Pelototi 61 Objek Wisata Selama Libur Nataru

“Untuk harga satu porsi jenang gempol ini cukup Rp5.000 saja. Monggo mampir kalau lewat Pandanrejo, depan Puskesmas Klaten Tengah,” kata Kiryanti.

Kiryanti mengungkapkan jenang gempol yang dijualnya telah melewati empat generasi. Awalnya, mbah buyut Kiryanti yang berjualan. Kemudian diteruskan oleh kakek/neneknya dan berlanjut ke orang tuanya.

Hingga akhirnya, Kiryanti yang mengambil alih usaha tersebut. Perempuan 56 tahun tersebut sudah 10 tahun berjualan jenang gempol. Kiryanti menjelaskan pembuatan jenang gempol itu cukup lama. Gempol itu sendiri merupakan berbahan tepung beras yang dicampur kelapa dan garam.

“Membuat gempol prosesnya memakan waktu cukup lama. Selain itu cara memasaknya juga masih tradisional,” tuturnya.

Baca Juga: Seleksi Duta Antikorupsi, Puluhan Pelajar Klaten Bikin Makalah Soal Ini

“Jam 03.00 Wib kami harus sudah bangun. Nanti matang butuh 2 jam dengan api kecil. Sampai malam jenang gempol tidak basi, asalkan tidak dicampur santan,” imbuh Kiryanti.

Selain gempol, bahan lain yang dibutuhkan adalah jenang, mutiara, dan santan sebagai kuahnya. Kiryanti berjualan sejak pagi hingga pukul 12.00 WIB. Setelah itu, dia kemudian berjualan keliling.

Berita Terkait

Berita Terkini

Keren, Lampion Macan Karya Perajin Sukoharjo Ini akan Dipajang di Solo

Pada perayaan tahun ini, Mata Jiwa Studio mendapatkan pesanan untuk membuat lampion shio macan air dengan ukuran sepanjang 5 meter dan tinggi 170 sentimeter.

Dapat SK Desa Wisata, 2 Desa Miskin di Klaten Ini Siap Naik Kelas

Konsekuensi dari desa wisata itu, masing-masing desa akan all out menurunkan angka kemiskinan dengan mengoptimalkan bidang pariwisata desa.

Miskin, Pendapatan Desa Ini Termasuk Paling Kecil di Klaten

Jumlah pendapatan pendapatan asli desa (PADesa) Kupang hanya Rp30 juta per tahun.

Masih Asli, Begini Kondisi Rumah Pangeran Sambernyawa di Kestalan Solo

Rumah di Kampung Kauman Pasar Legi, Kestalan, Banjarsari, Solo, ini pernah ditinggali Pangeran Sambernyawa sebelum menjadi Mangkunagoro I.

20 Jalan Bersimpangan Tol, Pemkab Klaten Ingin Konstruksi Tahan Gempa

Pemkab mengusulkan agar konstruksi pada ruas jalan kabupaten yang bersimpangan dengan jalan tol berupa konstruksi jembatan, bukan box culvert.

Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Ini, Bawaslu Solo Panaskan Mesin

Bawaslu Kota Solo sudah mulai bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024 yang akan dimulai pada 2022 ini, salah satunya memetakan potensi pelanggaran.

8 Keluarga di Klaten Ini Dikepung Sungai dan Jalan Tol Solo-Jogja

Sekitar 14 jiwa di Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, tinggal pada satu kompleks yang dikepung sungai dan jalan tol Solo-Jogja.

Sepekan 9.069 Wong Sukoharjo Disuntik Vaksin Booster

Vaksinasi booster di Sukoharjo dicanangkan saat kunjungan kerja Ketua DPR RI, Puan Maharani, di Griya Sejahtera, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, pada 19 Januari 2022.

Untung Maksimal, Porang Jadi Primadona Petani Jatisari Wonogiri

Penanaman dan perawatan porang mudah, tetapi petani bisa memperoleh keuntungan usaha yang besar.

BLK Boyolali Buka 6 Program Pelatihan Kerja Gratis, Buruan Daftar Lur

Walaupun lokasi pelatihan berada di BLK Boyolali, namun peserta yang ingin mendaftar diperbolehkan dari luar Boyolali.

Anak Disabilitas Korban Pemerkosaan di Tanon Sragen Dipindahkan ke Solo

Anak disabilitas di bawah umur asal Tanon, Sragen, korban pemerkosaan bersama keluarganya dipindahkan ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof. Dr. Soeharso Solo.

Kasus Pencabulan Anak Disabilitas di Tanon Bukan yang Pertama di Sragen

Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) pernah menangani empat kasus pencabulan dengan korbannya adalah anak disablitas (keterbelakangan mental) di Sragen.

5 Sampel Swab Satu Keluarga di Sukoharjo Dicek WGS

Keluarga tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota, namun berdasarkan hasil swab PCR, CT value mereka kurang dari 30.

Tarif Manahan dan Sriwedari Diprotes, Gibran: Silakan Ajukan Keringanan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berjanji memberikan keringanan bagi yang mengajukan keberatan mengenai tarif sewa atau penggunaan fasilitas di Stadion Manahan dan Sriwedari.

Pembangunan Telaga Madirda Diduga Menyimpang, Kejari Turun Tangan

Kejari Karanganyar menyelidiki dugaan adanya penyimpangan dalam proyek pengembangan Telaga Madirda oleh BUMDes Berjo, Kecamatan Ngargoyoso.

Hujan Disertai Angin, 2 Bangunan Telaga Rindu Resto Lalung Roboh

Bangunan Telaga Rindu Resto di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar roboh diterjang hujan disertai angin.