Murah Banget! Belajar Tari di Dalem Pasinaon Wonogiri Cuma Rp3.000

Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon di Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah membuka kelas tari tradisional dan tari kreasi untuk anak-anak di desa setempat, awal Juni 2022.

 Anak-anak berlatih tari tradisional dan tari kreasi yang diadakan Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon di ruang serbaguna Balai Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Juni 2022. Melalui kelas tari, mereka diharapkan bisa mencintai seni dan budaya lokal. (Istimewa/Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon)

SOLOPOS.COM - Anak-anak berlatih tari tradisional dan tari kreasi yang diadakan Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon di ruang serbaguna Balai Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Juni 2022. Melalui kelas tari, mereka diharapkan bisa mencintai seni dan budaya lokal. (Istimewa/Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon)

Solopos.com, WONOGIRI — Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon di Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah membuka kelas tari tradisional dan tari kreasi untuk anak-anak di desa setempat sejak awal Juni 2022. Kelas tari ditujukan guna menumbuhkan kecintaan pada seni dan budaya ke generasi muda.

Pendiri Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon, Dhiya Restu Putra, berharap kelas tari yang baru dibuka dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada seni budaya. Di samping itu, melatih anak-anak mengolah rasa, jiwa, dan raga sehingga menjadi anak yang memiliki pribadi utuh dan lengkap secara lahir maupun batin.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Peserta kelas tari terdiri dari anak-anak PAUD-SD yang berasal dari Desa Tunggur. Kelas tari ini baru dimulai awal Juni 2022. Saya berinisiatif membuka kelas tari karena belum ada kegiatan seperti ini di waktu sebelumnya,” kata Dhiya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (18/6/2022) siang.

Setiap peserta yang belajar tari di Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon cukup membayar Rp3.000 per pertemuan. Kelas tari diadakan dua kali tiap pekan, yakni Jumat dan Sabtu pukul 12.30 WIB-14.30 WIB.

“Jumat untuk peserta perempuan dan Sabtu untuk peserta laki-laki,” katanya.

Baca Juga: Inilah Bedigas Laras, Kesenian Tradisional Asli Jatisari Wonogiri

Anak-anak yang mengikuti kelas tari di sanggar tersebut sebanyak 33 orang. Jumlah itu terdiri dari 20 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Anak perempuan diajari tari tradisional Gambyong Mari Kangen dan tari kreasi Topi Saya Bundar. Sedangkan anak laki-laki belajar tari tradisional Kelinci dan tari kreasi Dengkek.

“Mereka dibagi dalam empat kelompok. Pembagian kelompok berdasarkan usia dan kemampuan masing-masing anak. Tiap kelompok berlatih selama satu jam tiap pekan. Kelompok pertama perempuan berlatih mulai pukul 12.30 WIB-13.30 WIB. Kelompok kedua perempuan berlatih mulai pukul 13.30 WIB-14.00 WIB. Begitu pula dengan peserta laki-laki pada Sabtu,” terang dia.

Dhiya mengatakan mulanya kelas tari diadakan di Dalem Pasinaon. Lantaran keterbatasan ruangan, dialihkan ke gedung serbaguna Balai Desa Tunggur atas izin pemerintah desa.

Pemerintah Desa Tunggur mendukung kegiatan tersebut karena dinilai bermanfaat pada masyarakat. Terutama anak-anak.

Baca Juga: Angkat Kesenian di Tengah Pandemi Covid-19, Karang Taruna Doho Wonogiri Gelar Lomba

Pelatih tari Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon, Youvita Gayuh Pangesti, mengatakan ingin menumbuhkan generasi muda yang melek budaya ke generasi penerus. Ia menganggap nilai-nilai budaya lokal semakin terkikis seiring berkembangnya zaman dan teknologi.

Berbekal kemampuan dan hobi menari, dia tergerak melatih tari tradisional dan tari kreasi modern. Tujuannya agar anak-anak bisa mencintai budaya lokal dan bisa mengambil nilai yang terkandung di dalamnya.

“Saya senang menjalani ini karena saya memang hobi dan senang menari. Tapi, anak-anak masih kerap kesulitan ketika diajari menari. Mungkin karena masih awalan. Selain itu, saya juga masih terkendala dengan jadwal berlatih,” ujar Gayuh yang juga sebagai pengajar SD itu.

Kepala Desa (Kades) Tunggur, Sriyanto, mendukung penuh segala kegiatan yang bermanfaat kepada masyarakat.

Baca Juga: Inilah Keistimewaan Wonogiri, Ternyata Daerah Super Kaya di Soloraya

“Hal itu seperti yang dilakukan Sanggar Sastra dan Seni Dalem Pasinaon Desa Tunggur,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

+ PLUS Persebaran PMK Meluas, Kebutuhan Hewan Kurban 1,81 Juta Ekor

Pemerintah meluncurkan gerakan disinfeksi nasional, Kamis (30/6/2022), untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah PMK makin meluas di 19 provinsi dan tak hanya menjangkiti sapi.

Berita Terkini

68 Polisi di Sragen Mendadak Diguyur Air Tujuh Sumber, Ini Maksudnya

Puluhan polisi itu sengaja disiram air lantaran naik pangkat pada momentum Hari Bhayangkara ke-76 di Mapolres Sragen, Jumat (1/7/2022).

Remaja Wonogiri Hamil 5 Bulan Sebut Guru Silatnya Orang Paling Berjasa

Remaja Wonogiri yang hilang diduga kabur setahun lalu menyebut sosok guru silatnya sebagai orang paling berjasa dalam hidupnya.

Guru Silat Remaja Wonogiri yang Hamil Mau Tanggung Jawab, Tapi...

Guru silat remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu disebut mau bertanggung jawab atas kehamilan anak didiknya, tapi kini malah membawa pengacara.

Remaja Wonogiri Hamil 5 Bulan, Ayahnya: Perut Kelihatan Buncit

Ayah remaja Wonogiri yang kini sedang hamil lima bulan setelah setahun hilang menyebut perut anaknya mulai membuncit.

Jembatan Mojo-Jurug B Solo Direhab, DPRD: Jangan Sampai Seperti Jonasan

Ketua Komisi III DPRD Solo YF Sukasno mengingatkan Pemkot agar mengantisipasi jangan sampai rehab proyek Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B justru merusak jembatan lain.

Listrik Dari PLTSa Putri Cempo Solo Bakal Dibeli PLN, Segini Harganya

Listrik dari PLTSa Putri Cempo, Mojosongo, Solo, yang rencananya beroperasi mulai Desember 2022 mendatang akan dibeli oleh PT PLN.

UNS Pasang EWS Indoor di 100 Rumah di Karanganyar, Ini Lokasinya

Ketua tim peneliti dari Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Ahmad Marzuki mengatakan timnya mengembangkan sensor indoor dan sudah dipasang pada 100 rumah di 11 desa di Kabupaten Karanganyar.

Kelurahan Gayam Sukoharjo Jadi Juara 1 Lomba Tiga Pilar Polda Jateng

Konsep Tiga Pilar adalah konsep kekompakan, keterpaduan, dan kerja sama dalam satuan lingkungan pemerintahan kelurahan atau desa antara lurah bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Hewan Kurban Wajib Ada SKKH, Begini Cara Peroleh SKKH di Boyolali

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengatakan SKKH untuk hewan yang digunakan untuk kurban di dalam daerah Boyolali dan ternak yang dikirim ke luar daerah berbeda.

Vaksinasi PMK di Boyolali Sasar Sapi Sehat, Untuk Sapi Sembuh?

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, drh. Afiany Rifdania, mengungkapkan sapi-sapi yang sembuh dari PMK akan mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Kereta Kuda dan Permainan Volume Besar Dilarang di CFD Klaten

CFD Jl Mayor Kusmanto Klaten digelar di sepanjang ruas jalan dari simpang empat Pandanrejo hingga simpang lima Bramen dan digelar saban Minggu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB.

Begini Alasan Organda Wonogiri Pamor Bus Bumel Makin Menurun

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Wonogiri, Edi Purwanto, menyebut menurunnya pamor bus bumel tak terlepas oleh sikap masyarakat yang memiliki kecenderungan mulai meninggalkan transportasi umum.

Polisi Selidiki Kasus Meninggalnya Warga Sragen Wetan, Ada Kejanggalan?

Polres Sragen tengah menangani kasus kematian seorang ibu di Sragen Kota yang dinilai ada kejanggalan

Warung Makan Solet di Makamhaji Kartasura, Lokasi Ndelik Tapi Ramai

Warung Solet menyajikan aneka menu masakan jawa. 

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Tanpa Potensi Hujan

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Jumat (1/7/2022) akan sama seperti kemarin. Cuaca berawan mendominasi tanpa ada potensi turun hujan.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Lebih Bersahabat

Cuaca cerah berawan akan menemani Anda, warga di Karanganyar, mengawali  Jumat (1/7/2022) pagi ini. Tak perlu khawatir akan turun hujan karena prakiraan cuaca Karanganyar hari ini akan didominasi berawan.