Muncul Wacana PTM Digelar Juli 2021, Begini Sikap Pemkab Wonogiri
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri mengecek kesiapan SMKN 2 Wonogiri menjalani uji coba PTM, Selasa (3/11/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyambut baik dan mendukung rencana Pemerintah Pusat dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM pada Juli 2021 mendatang. Pelaksanaan PTM itu dilakukan setelah vaksinasi kepada para guru selesai.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan, sejak awal ia sudah memiliki gagasan bahwa PTM bisa digelar di masa pandemi dengan cara bergiliran atau bergantian masuk. Murid yang masuk sekolah dibagi 30 persen dengan jam masuk pagi, siang dan sore. Selain itu protokol kesehatan juga diperketat.

"Kalau saat ini pemerintah pusat sudah memberikan sinyal PTM akan digelar, tentunya kami menyambut baik kebijakan itu. Bahkan kami berharap segera bisa dilaksanakan," kata pria yang akrab disapa Jekek itu.

Baca Juga: Biaya Pembuatan Satu Raperda di Sragen Bisa Sampai Rp100 Juta, Kebanyakan Untuk Ini

Menurut Jekek, pemerintah daerah, termasuk Wonogiri, memiliki tanggungjawab untuk merealisasikan apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat seperti rencana menggelar PTM pada Juli 2021 mendatang.

"Jika nanti pemerintah pusat sudah mengintruksikan PTM atau offline, kami akan segera mempersiapkannya. Baik sarana pendukung maupun fasilitas penunjang protokol kesehatan," ungkap dia.

Jekek berpendapat saat ini kondisi psikologis anak-anak memprihatinkan. Selama belajar di rumah, mereka tidak terkontrol. Anak-anak lebih banyak beraktivitas menggunakan handphone dan bermain game online. Di sisi lain, pihaknya tidak punya kewenangan melakukan intervensi secara langsung.

Sementara itu, menurut Jekek, tren perkembangan covid-19 di Wonogiri mulai menunjukkan penurunan atau melandai. Saat ini Wonogiri sudah berstatus zona oranye dalam persebaran Covid-19 setelah beberapa waktu masuk dalam zona merah.

Vaksinasi

Jekek mengatakan, upaya yang saat ini difokuskan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yakni melakukan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya pemerintah dalam membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas di masyarakat.

Pemkab, lanjut dia, berkoordinasi dengan Satgas untuk melakukan identifikasi awal terhadap tahapan vaksinasi di Wonogiri. Sehingga bisa diketahui berapa kuota vaksin yang dibutuhkan Wonogiri. Saat ini basis data, berupa sasaran penerima vaksin sudah siap.

Baca Juga: Gerombolan Bersajam Mengacau Di Sondakan Solo, 6 Orang Tertangkap, 8 Samurai Disita

"Yang lebih penting kami memberi edukasi kepada masyarakat agar punya pemahaman utuh terhadap vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi tanggung jawab pemerintah, namun sasarannya masyarakat. Harus ada skrining, monitoring dan kesadaran kolektif di masyarakat," kata Jekek.

Berdasarkan website resmi Pemkab Wonogiri, hingga Kamis (25/28/2021) pukul 21.00, secara kumulatif pasien terkonfirmasi Covid-19 di Wonogiri mencapai 3.112 kasus, dengan kasus aktif 86 orang. Adapun pasien yang telah sembuh sebanyak 2.894 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan meninggal sebanyak 132 orang.



Berita Terkini Lainnya








Kolom