Muncul Spanduk \
Dialog Kebangsaan di Jakarta, Senin (3/4/2017) malam. (Antara-Dedy Wijaya)

Solopos.com, JAKARTA -- Dinamika politik di Ibu Kota terus terjadi seiring santernya isu calon pengganti Sandiaga Uno untuk menempati posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dua partai, yaitu PKS dan Gerindra, sedang berupaya mendudukkan kadernya di posisi itu.

Namun, Kamis (20/9/2018), terpampang selembar spanduk berisi penolakan terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Spanduk berwarna merah putih itu terpasang di Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Tolak Calon Wakil Gubernur dari PKS!!!". Begitu kalimat yang dituliskan di spanduk. Pada bagian bawah terdapat tulisan "Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad)" sebagai pihak yang bertanggung jawab atas isi spanduk.

Tak perlu menunggu lama, foto spanduk tersebut langsung viral diberbagai media sosial. Meski tertulis Kamerad, belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut hingga saat ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menilai spanduk tersebut tidak mendidik dan menyesatkan. "Saya enggak tahu juga siapa itu yang masang spanduk, pastinya itu spanduk yang tidak mendidik. Kami minta Satpol PP atau aparat untuk mencopot," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/9/2018).

Anggota Komisi B DPRD DKI tersebut meminta spanduk tersebut tak membuat gaduh masyarakat. Menurutnya, pemilihan calon untuk mengisi jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta tak melibatkan masyarakat layaknya Pilkada tahun lalu.

"Masyarakat membutuhkan orang-orang yang bersama dengan Pak Gubernur, kemudian memenuhi visi-misinya Pak Gubernur," ucapnya.

Seperti diketahui, saat ini PKS dan Partai Gerindra belum menelurkan kata sepakat terkait kandidat pengganti Sandiaga. PKS bahkan masih melobi Gerindra agar memberikan kursi wagub kepada kader partai itu. Alasannya singkat, posisi capres/cawapres sudah diisi oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Rencananya, PKS akan menawarkan dua nama, mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto. Sementara itu, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengklaim sudah diberi mandat untuk maju sebagai kandidat.

Lantas siapa pihak yang berupaya memperkeruh suasana dengan memasang poster tolak Wagub PKS?



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom