Muncul Lagi, 34 Warga Ponpes di Bantul Positif Covid-19
Ilustrasi ponpes terpapar Covid-19 (Istimewa)

Solopos.com, BANTUL -- Sebanyak 34 orang di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY,  positif Covid-19. Hasil tersebut diketahui setelah Dinas Kesehatan Bantul menggelar rapid test antigen di ponpes, Kamis (4/3/2021).

“Iya, dari pemeriksaan kemarin, ada 34 yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sri Wahyu Joko Santosa, Jumat (5/3/2021).

Lebil lanjut Oki-panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, mengungkapkan awalnya ada dua warga ponpes mengeluh sakit dengan tanda-tanda menyerupai gejala Covid-19. Dari hasil pemeriksaan rapid test antigen mandiri, keduanya dinyatakan positif.

Baca juga: Polres Bantul Tangkap 18 Pelaku Kasus Narkoba Selama Februari

Dinkes Bantul kemudian melakukan tracing, Jumat (26/2/2021) dan mendapatkan 9 warga di ponpes tersebut adalah kontak erat. Kesembilan orang tersebut juga mengalami gejala Covid-19. “Setelah di tes swab PCR, hasilnya positif,” ungkap Oki.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 secara masif di ponpes tersebut, Dinkes menggelar rapid test antigen kepada seluruh warga ponpes tersebut, Kamis (4/3/2021). Dari 241 orang yang dites, hasilnya ada 34 orang positif Covid-19. Adapun mereka yang dinyatakan positif Covid-19 adalah santri dan guru di pondok tersebut.

“Saat ini mereka telah melakukan isolasi mandiri di ponpes. Ada petugas dari puskesmas setempat yang memantau kondisi mereka,” ucap Oki.

Terpisah, Sekda Bantul, Helmi Jamharis, menyebut kasus Covid-19 di ponpes itu adalah kali yang kedua. Sebelumnya pada November lalu, sempat ditemukan beberapa santri di ponpes tersebut positif Covid-19.

Baca juga: Bupati Bantul Persilakan Rumah Dinasnya Jadi Tempat Ronda Warga

"Kami sejatinya telah memberikan arahan kepada ponpes tersebut untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Helmi.

Meski demikian, Helmi menyatakan pemkab tidak akan melakukan lockdown terhadap ponpes tersebut. "Lockdown-nya ya lokal internal, kebijakan sana saja. Untuk memperketat protokol kesehatan saja," kata Helmi.

Sumber: harianjogja.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom