Tutup Iklan

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Solo, Tes Acak bakal Diperluas

Satgas Penanganan Covid-19 Solo bakal memperluas tes acak di sekolah lain yang menyelenggarakan PTM untuk antisipasi dini klaster penularan virus corona.

 Petugas kebersihan menyemprotkan disinfektan dengan metode pengasapan fogging pada ruang guru SD Negeri Danukusuman, Solo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Petugas kebersihan menyemprotkan disinfektan dengan metode pengasapan fogging pada ruang guru SD Negeri Danukusuman, Solo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Solo berencana memperluas tes acak ke sekolah dengan jumlah sampel lebih banyak untuk antisipasi bertambahnya klaster penularan virus corona.

Seperti diketahui, klaster Covid-19 muncul di lima SD berdasarkan hasil tes acak di sejumlah sekolah penyelenggara pembelajaran tatap muka (PTM) pertengahan Oktober lalu. Sebanyak 47 warga sekolah terkonfirmasi positif Covid-19 dari tes acak maupun pelacakan kontak erat.

Terkait itu, Satgas akan mengevaluasi aturan dan pelaksanaan PTM terbatas. Selain evaluasi, Satgas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana meneruskan program tes acak di sekolah penyelenggara PTM.

Baca Juga: Muncul Klaster Covid-19, Aturan PTM di Sekolah Solo Berubah?

Ketua pelaksana Satgas Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan evaluasi PTM perlu dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya klaster di sekolah. Ahyani memastikan sejauh ini evaluasi tidak bermuara pada pemberhentian PTM secara total, melainkan pengetatan protokol kesehatan saat pembelajaran.

“PTM perlu dilakukan pengendalian seketat mungkin. Risiko yang ada saat PTM harus dikelola agar tak sampai merugikan para pesertanya,” ujar Ahyani saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Senin (18/10/2021) petang.

Aturan Jumlah Maksimal Siswa

Ahyani mengatakan aturan jumlah siswa maksimal 50% dari kapasitas kelas bisa saja direvisi apabila dalam evaluasi persentase itu terlalu banyak sehingga masih memicu kerumunan.

Baca Juga: Klaster PTM Solo, Ini Data Sebaran Kasus Covid-19 di 5 Sekolah

Belakangan muncul pula alternatif PTM di ruang terbuka untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19 yang bisa berujung munculnya klaster di sekolah Kota Solo. Masukan-masukan terkait PTM bakal diolah Pemkot untuk menjadi bahan regulasi terbaru.

“Kami perlu mengamati, kebiasaan anak saat jam sekolah dan di luar sekolah itu seperti apa. Interaksinya sejauh mana. Tidak dimungkiri, sekarang keramaian mulai muncul di ruang-ruang publik, sudah seperti masa tanpa Covid-19,” tutur Ahyani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan sumber penularan Covid-19 yang memicu klaster PTM bisa saja tak terjadi di sekolah, melainkan di lingkungan rumah maupun tempat publik.

Baca Juga: Klaster PTM Muncul di Solo, DPRD Desak Vaksinasi Anak SD Disegerakan

Oleh karena itu, DKK memandang pentingnya penambahan tes acak maupun pelacakan kontak (tracing) untuk memutus mata rantai penularan virus. Ning, sapaan akrabnya mengatakan tes acak terkait pelaksanaan PTM tak akan berhenti di 29 sekolah yang kemarin.

Kegiatan PTM Jalan Terus

“Rencana akan kami lakukan lagi di sekolah lain. Kalau tidak dengan program Kemenkes ya kami inisiatif sendiri. Ini penting untuk memastikan keamanan saat pembelajaran,” ujarnya.

Pantauan Solopos.com, Selasa, kegiatan PTM di sekolah lain yang tidak ada klaster Covid-19 di Solo tetap berjalan seperti biasa. Pemkot sebelumnya telah menjamin tak akan menghambat PTM di sekolah yang tak ditemui kasus Covid-19.

Baca Juga: Waduh, Gibran Pergoki Siswa SD Solo Keluyuran Beli Es Kapal Seusai PTM

Pada sisi lain, penyemprotan disinfektan mulai dilakukan di sekolah-sekolah yang muncul kasus corona. Kepala SDN Danukusuman, Sugiyarto, mengatakan fogging bakal rutin dilakukan selama penutupan sekolah sebulan ke depan.

Di SD tersebut, ada 11 kasus positif Covid-19 yang terdiri dari 10 siswa dan satu keluarga penjaga sekolah. “Mulai hari ini fogging kami lakukan agar persebaran virus tak meluas. Anak-anak juga diharapkan bisa lebih terjamin kesehatannya saat kembali sekolah nanti.”


Berita Terkait

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.