Tutup Iklan

Muncul Klaster Covid-19, Aturan PTM di Sekolah Solo Berubah?

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru tentang PPKM level 2 yang berlangsung mulai 19 Oktober hingga 1 November, aturan PTM berubah?

 Petugas kebersihan menyemprotkan disinfektan dengan metode pengasapan (fogging) pada ruang kelas SD Negeri Danukusuman, Solo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Petugas kebersihan menyemprotkan disinfektan dengan metode pengasapan (fogging) pada ruang kelas SD Negeri Danukusuman, Solo, Selasa (19/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Kegiatan pembelajaran tatap muka atau PTM jenjang SD Kota Solo memunculkan klaster penularan Covid-19 dengan 47 kasus di lima sekolah pada pertengahan Oktober ini.

Kendati begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum mengubah aturan tentang PTM dalam Surat Edaran (SE) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang berlaku Selasa (19/10/2021) hingga Selasa (1/11/2021).

Poin tentang PTM di dalam SE terbaru itu hampir sama dengan SE yang berlaku dua pekan sebelumnya. PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50%, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100%. Kemudian, PAUD/TK maksimal 33%.

Temuan klaster sekolah baru-baru ini akan menjadi pertimbangan evaluasi SE Wali Kota Solo tersebut pada awal November nanti. Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyebut tak ada kebijakan yang berubah di SE yang ditetapkan pada Selasa sore itu.

Baca Juga: AHHA PS Pati Kalah Lagi, Reaksi Atta Halilintar di Luar Dugaan

Termasuk pengetatan kembali aturan batasan usia anak boleh berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal. “Ya, kami masih menunggu perkembangan hasil tracing. Kalau hasilnya setop dan kasusnya tidak berkembang, ya pelonggaran tetap diteruskan. Kecuali kalau kasusnya meluas, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami di SE berikutnya,” katanya kepada wartawan, Selasa siang.

Aturan dalam SE terbaru itu mengizinkan anak usia berapa pun masuk mal, pusat perbelanjaan, dan pusat perdagangan. Pengunjung usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua/wali.

Kemudian, tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua/wali harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing. “Aturan itu menyesuaikan Instruksi Menteri Dalam Negeri [Inmendagri],” jelas Ahyani.

Baca Juga: Lagi-Lagi, Kendala Server Ganggu Simulasi ANBK SD di Solo

Satgas Covid-19 di Sekolah

Satgas menekankan kepada orang tua untuk tak abai mengawasi putra-putrinya meskipun sekolah di Solo sudah mempunyai langkah mitigasi atau pencegahan munculnya klaster Covid-19. Jika anaknya mengalami gangguan kesehatan, seharusnya tak boleh PTM.

Begitu pula sekolah diminta memastikan anak yang mengikuti PTM dalam kondisi sehat. “Guru harus cek apakah anak itu berkegiatan lain di luar sekolah, orang tua juga harus menyampaikan. Bisa jadi enggak tertular di sekolah, saat di luar sekolah tertular, kemudian berangkat PTM lalu menularkan virus. Kami belum tahu pasti, hanya indikasi,” ungkapnya.

Ia memastikan temuan klaster merupakan amanat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengambil sampel acak di sekolah-sekolah yang menggelar PTM. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan Satgas Covid-19 di sekolah dan menyusun mitigasi persebaran Covid-19.

Baca Juga: Klaster PTM Solo, Ini Data Sebaran Kasus Covid-19 di 5 Sekolah

Evaluasi bakal dilakukan terus menerus agar tak kembali memunculkan klaster di sekolah wilayah Solo. “Ya, ini menjadi pengalaman kami. Bahan evaluasi, sekolah harus mengevaluasi kinerja Satgasnya. Peran sekolah dan pengawasan orang tua sangat vital di sini, kerja sama semuanya,” beber Ahyani.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan tak ada perubahan aturan dalam SE namun temuan itu menjadi bahan evaluasi. Data sementara total ada lima sekolah yang harus ditutup dengan jumlah 47 orang terpapar Covid-19.

Kelimanya adalah SD Kristen Manahan, SDN Semanggi Lor, SDN Mangkubumen Kidul, SD Al-Islam 2 Jamsaren, dan SDN Danukusuman. Jumlah yang terpapar totalnya 47 orang dengan perincian 41 orang adalah siswa, enam orang adalah guru.


Berita Terkait

Berita Terkini

Peserta Karanganyar Tourism Great Sale Bertambah Jadi 197

Jumlah peserta Karanganyar Tourism Great Sale 2021 bertambah menjadi 197 pelaku usaha wisata. Sekitar sepekan yang lalu, peserta baru 90 pelaku usaha wisata.

Festival Payung di Balekambang Solo, Cantik Sekaligus Sarat Makna

Setelah sempat pindah lokasi beberapa kali, festival payung Indonesia (Fespin) kembali digelar di Solo akhir pekan ini.

Angka Covid-19 di Karanganyar Sempat Naik, Prokes Jangan Lengah Lur!

Warga diimbau tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) menyusul adanya kenaikan kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hilang, Sepeda Motor Warga Sukoharjo Dijual Si Pencuri di Facebook

Sepeda motor milik Supriyanto, 54, warga Perumahan Pondok Baru Permai, Gentan, Kecamanatan Baki, Sukoharjo digondol maling pada Jumat (3/12/2021).

Alami Kecelakaan Tunggal di Gemolong Sragen, Warga Plupuh Meninggal

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di Dukuh Grogol, Desa Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (5/12/2021).

Baru Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung Got di Depan SMPN 6 Sragen

Kecelakaan tunggal terjadi di Depan SMP N 6 Sragen di mana satu unit mobil terperosok ke got akibat sopirnya baru belajar menyetir.

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.