Muncul di Langit China, Ini Fenomena Bola Api Sepanjang 2020 di Berbagai Negara
ilustrasi bola api (detik)

Solopos.com, SOLO -- Pada 23 Desember lalu, ada kemunculan bola api di langit China yang bikin heboh. Namun, ini bukan satu-satunya yang terjadi di 2020. Setidaknya, ada empat kejadian serupa pada tahun ini di berbagai negara.

Menurut astronom, hal ini merupakan kejadian umum. Bola api bisa merupakan serpihan meteor, bolide, hingga sampah luar angkasa. Melansir dari detik.com dan sumber lain belum lama ini, berikut sederet fenomena kemunculan bola api di langit selama 2020.

Catat Ya, Naik Mobil Pribadi Tak Wajib Jalani Rapid Tes Antigen

Australia (Juni)

Bola api berwarna kehijauan melintasi langit Australia pada Senin (15/6/2020), pukul 01.00 waktu setempat. Saksi mata yang melihat pun terpukau dengan pemandangan langka ini dan mengabadikannya dalam video.

Saksi mata melaporkan kejadian ini terlihat dari Australia Barat, Teritorial Utara dan Australia Selatan. Ahli memperkirakan bola api ini disebabkan oleh bebatuan luar angkasa dan bukan sampah antariksa. Sementara itu, penampakan bola api berwarna kehijauan ini berdurasi cukup lama, sekitar 30 detik.

Jepang (Juli)

Awal bulan Juli, langit Tokyo, Jepang diterangi sebuah objek luar angkasa mirip bola api yang meledak. Ledakan ini menimbulkan suara sangat keras, setara 165 ton TNT, sehingga masyarakat yang mendengar langsung ramai di media sosial.

Dalam peristiwa yang terjadi beberapa detik sekitar pukul 02:30 waktu setempat tersebut, terlihat cahaya spektakuler berwarna hijau keunguan terbang melintasi langit.

Ahli menyebut obyek yang meledak itu adalah meteor yang menerobos atmosfer. Serpihan meteor itu jatuh di sebuah kondominium di Narashino, Chiba. Diyakini awalnya berdiameter beberapa centimeter, namun terpecah jadi dua bagian, menurut keterangan National Museum of Nature and Science.

Jepang (November)

Sebuah meteor melesat di langit malam Jepang, diakhiri suatu kilatan cahaya yang banyak saksi sebut mirip seperti terang bulan purnama.

Dilansir dari UPI, Selasa (1/12/2020), saksi mata melaporkan bahwa bola api, terlihat dan menerangi langit malam di seluruh Jepang pada Minggu 29 November sekitar pukul 01.35 pagi. Objek tersebut terekam dalam video, di berbagai lokasi di seluruh negeri.

Takeshi Inoue, selaku direktur Planetarium Kota Akashi di Prefektur Hyogo, mengatakan bahwa bola api itu diklasifikasikan sebagai bolide, yaitu meteor yang sangat terang.

“Kami yakin semburan cahaya terakhir seterang bulan purnama,” katanya kepada Kyodo News seperti dilansir Liputan6.com.

Media sosial ramai pada hari Minggu setelah laporan bahwa objek yang memancarkan cahaya kuat terlihat jatuh dari langit di atas Jepang pada dini hari.

Bola api, yang diyakini sebagai bolide--sejenis bintang jatuh yang kecerahannya sering dibandingkan dengan bulan purnama--dapat dilihat dengan jelas dari bagian barat dan tengah Jepang.

Mantap! UNS Raih Dua Penghargaan Kehumasan Dari Dikti

Amerika Serikat (November)

Dari langit Texas, tampak seberkas cahaya biru pada pertengahan November. Saksi mata menggambarkan cahaya dari bola api itu tampak besar dan berwarna-warni. Dalam kesaksiannya kepada stasiun ABC Houston KTRK, penduduk Texas, Mary Ann Miron, mengatakan sebuah bola raksasa seperti meteorit mengubah spektrum warna pelangi hingga berubah menjadi pirus yang indah. Kemudian, belakangan ini, NASA mengkonfirmasi bahwa benda dari langit tersebut adalah meteor.

China (Desember)

Selain tiga kejadian sebelumnya, bola api seperti Matahari terlihat melintasi langit kota Yushu, China. Begitu terangnya bola api tersebut, sampai-sampai membuat langit yang sedang gelap, tampak seperti siang.

Para peneliti belum mengkonfirmasi apakah ini adalah meteoroid atau benda terbang tak dikenal lainnya. Namun beberapa ahli mengklaim, bisa jadi bola api tersebut adalah bolide, meteor yang sangat terang.

Tak lama setelah itu, muncul Unidentified Flying Object (UFO) atau benda terbang tak dikenal berwarna pink di wilayah yang masih dekat dengan Yushu. Penduduk sekitar Tibet mengatakan, benda misterius itu muncul sekitar 12 jam setelah bola api raksasa melintas, dan melayang di udara selama hampir 40 menit.

Sejumlah spekulasi menyebutkan cahaya pink itu kemungkinan dipancarkan dari bolide tersebut, namun para ahli belum dapat mengidentifikasinya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom