Muncikari Prostitusi Online Madiun Beberkan Bagi Hasil Bisnis Esek-Esek
Polisi menunjukkan sejumlah alat bukti dalam kasus prostitusi online dan seorang muncikari yang menjual seorang ABG berusia 15 tahun di Mapolres Madiun, Selasa (11/8/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN - Indrid Serli Mardiana, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ditangkap Aparat Satreskrim Polres Madiun karena kasus prostitusi online.

Kepada wartawan saat rilis pengungkapan prostitusi online di Mapolres Madiun, Selasa (11/8/2020), Indrid mengaku baru menjalankan bisnis esek-esek online ini enam bulan lalu atau saat awal pandemi Covid-19. Untuk sekali transaksi, rata-rata ia menjual kepada pelanggannya dengan tarif Rp800.000.

Cek Fakta: Hoax Satu Kontainer Sabu Disita Polisi Beredar di Grup Facebook Boyolali kota

Dalam sekali transaksi itu, Indrid mendapatkan penghasilan sebesar Rp200.000. Sedangkan perempuan yang melayani pria hidung belang akan mendapatkan Rp600.000 untuk satu kali transaksi.

“Uangnya untuk membeli kebutuhan harian dan makan,” kata dia.

Sebelumnya, Indrid merupakan seorang pedagang mainan anak-anak dan tukang pijat panggilan. Namun, saat pandemi Covid-19, penjualan mainan menurun drastis. Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, ia pun nyambi menjadi muncikari dalam bisnis prostitusi online.

Sepak Terjang Sugiyono, Bos Bisnis Investasi Ternak Rangrang Sragen yang Ditangkap Polisi

Perempuan berusia 34 tahun itu mengaku menjalankan bisnis prostitusi onlen dengan menjual para remaja perempuan melalui aplikasi MiChat. Dia menjadi admin sekaligus muncikari yang menjadi perantara antara para wanita penghibur dengan pria hidung belang.

Tawar Menawar

Saat ada pelanggan yang tertarik dengan salah satu perempuan di aplikasi MiChat-nya, akan ada proses tawar menawar harga. Setelah itu akan ditentukan penginapan yang menjadi tempat eksekusinya.

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Aldo Febrianto, mengatakan pelaku selama ini tinggal di Kota Madiun. Kemudian mereka saling mengenal dengan para perempuan tersebut.

Bandara Adi Soemarmo Solo Sudah Layani Rapid Test Corona 1.454 Kali, Bagaimana Hasilnya?

“Setiap kali transaksi, muncikari ini membekali para perempuan itu dengan kondom. Pelaku ini hanya sebagai perantara. Dia tidak menjual dirinya,” kata Aldo.

Kasatreskrim menyampaikan sebagian pelanggan yang bertransaksi dengan pelaku adalah orang dewasa dan pekerja swasta yang berasal dari berbagai wilayah di Madiun Raya.

Kisah Murtini, Guru Honorer Klaten yang Sambangi Rumah Siswa Demi Semangat Belajar



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom