Mulia, PMI Sragen Salurkan Bantuan 250 Paket Sembako untuk Warga yang Positif Covid-19

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen menyalurkan bantuan paket sembako kepada para warga yang dinyatakan positif Covid-19.

SOLOPOS.COM - Logo Palang Merah Indonesia. (Antara)

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa 250 paket sembako kepada keluarga dari warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Juli lalu.

Saat warga yang menjadi penopang perekonomian keluarga dinyatakan positif Covid-19, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi di Gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen. Selama menjalani masa isolasi, mereka tidak bisa bekerja sehingga tak punya penghasilan untuk mencukupi keluarga.

Atas dasar itu, PMI turut penyalurkan batuan sembako kepada mereka. "Paket sembako tidak hanya untuk warga yang terkonfirmasi positif corona, tetapi juga untuk korban bencana [seperti kebakaran rumah]," jelas Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno, kepada Solopos.com, Selasa (23/11/2020).

Belum Selesai Dibangun, IGD RSUD Tangen Sragen Bakal Jadi RSD Covid-19

Paket sembako itu berasal dari sumbangan dana dari masyarakat untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

Selain paket sembako, terhitung sejak Juli, PMI Sragen juga menyalurkan bantuan alat semprot atau sprayer sebanyak 13 unit, paket disinfektan sebanyak 150 unit, cairan disinfektan, dan sarana penunjang prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebanyak 350 unit.

Semua bantuan dari PMI tersebut disalurkan kepada warga di 28 desa di delapan kecamatan di Sragen.

Jamban

Guna menunjang PHBS, PMI Sragen bersama United States Agency for International Development (USAID) menyalurkan bantuan pembangunan 39 jamban sehat di empat desa.

Tiga dari empat desa itu berlokasi di Kecamatan Tanon. Ketiganya adalah Sambiduwur sebanyak 15 unit, Desa Kalikobok sebanyak 15 unit dan Desa Padas sebanyak tiga unit. Satu desa di Kecamatan Sukodono yakni Gebang mendapat bantuan pembangunan empat unit jamban. Adapun biaya pembangunan jamban itu masing-masing unit senilai Rp1,5 juta.

Dalam hal ini, USAID menyediakan lembaga teknis yang bisa mengerjakan pembangunan jamban sehat tersebut. Lembaga teknis itu sudah mendapat bekal pelatihan yang difasilitasi oleh USAID.

Terhitung sejak 2017 lalu, PMI Sragen telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp280 juta untuk pembangunan jamban sehat di Bumi Sukowati. Setiap tahun, PMI menyalurkan bantuan jamban sehat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Bila pada tahun-tahun sebelumnya hanya ada lima jamban yang dibangun melalui program TMMD. Khusus pada tahun ini, ada 10 jamban yang dibangun melalui program yang sama.

Berita Terbaru

Anggap PPKM Efektif Tekan Covid-19, Sragen Dukung Perpanjangan

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten Sragen mendukung perpanjangan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat. Pasalnya, Pemkab Sragen menganggap PPKM efektif menekan...

Tempat Hiburan Sukoharjo Tutup Total Sampai 31 Januari 2021

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo mewajibkan seluruh tempat hiburan umum tutup hingga 31 Januari 2021. Tempat hiburan ini meliputi...

Jangan Lengah! Vaksinasi Covid-19 Tak Lantas Bikin Orang Jadi Kebal

Solopos.com, KLATEN -- Pemberian vaksin atau vaksinasi Covid-19 di tengah pandemi dinilai sangat penting dilakukan. Namun meski ditujukan menekan...

Halau Covid-19, Tak Sembarang Tamu Bisa Masuk Kejari Sragen

Solopos.com, SRAGEN -- Kejaksaan Negeri atau Kejari Sragen menerapkan tatanan baru dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Sejumlah tempat cuci...

Patuhi Protokol Kesehatan Lur, Bed Isolasi Covid-19 di 3 RS Wonogiri Penuh!

Solopos.com, WONOGIRI — Tempat tidur di ruang isolasi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit (RS) rujukan di Wonogiri nyaris...

Pabrik di Wonogiri Boleh Beroperasi Selama PPKM, Asal...

Solopos.com,WONOGIRI -- Pabrik di Wonogiri tidak mengurangi jam operasional selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun protokol kesehatan harus...

Satpol PP Karanganyar Minta Jogo Tonggo Ikut Awasi Pedagang

Solopos.com,  KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar mengajak Satgas Jogo Tonggo untuk berkolaborasi mengawasi warung dan angkringan saat malam hari...

Warga Isolasi Mandiri Karena Covid-19 di Jetis Karanganyar Dapat Rp20.000 Per Hari

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemerintah Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Karanganyar, memiliki strategi khusus merawat warga yang menjalani isolasi mandiri karena...

Deteksi Dini Penularan Covid-19 di Sukoharjo Makin Agresif

Solopos.com, SUKOHARJO – Upaya deteksi dini penularan Covid-19 di Sukoharjo kian agresif dengan melakukan uji swab dan rapid test....

Satgas Covid-19 Solo: Dampak PPKM Baru Bisa Dirasakan 2 Pekan Lagi

Solopos.com, SOLO -- Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakata atau PPKM pada...