Mulia, Penyintas Covid-19 Asal Klaten Sumbangkan Ratusan APD untuk Penanganan Corona

Sumbangan dari penyintas bernama Bambang Supriyambodo, 61, itu diserahkan menyusul meningkatnya kebutuhan APD saat angka kasus Covid-19 masih tinggi.

 Bambang Supriyambodo, 61, penyintas Covid-19 menyerahkan bantuan APD di GOR Gelarsena Klaten, Minggu (25/7/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Bambang Supriyambodo, 61, penyintas Covid-19 menyerahkan bantuan APD di GOR Gelarsena Klaten, Minggu (25/7/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Seorang penyintas Covid-19 menyumbang 200 alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat untuk penanganan virus Corona di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bantuan diserahkan ke GOR Gelarsena, Minggu (25/7/2021), yang menjadi lokasi isolasi terpusat Kabupaten Klaten.

Sumbangan dari penyintas bernama Bambang Supriyambodo, 61, asal Klaten, itu diserahkan menyusul meningkatnya kebutuhan APD di saat angka kasus Covid-19 yang masih tinggi. APD dibeli Bambang menggunakan dana pribadi.

“Karena sekarang untuk mencari APD juga sulit. Oleh karena itu kami mengusahakan bantuan APD. Berikutnya kami pesankan 1.000 APD,” jelas dia saat ditemui di sela penyerahan APD, Minggu.

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Covid-19 Klaten Isoman di Rumah Bertambah

Bambang menuturkan bantuan APD itu dia berikan sebagai bentuk syukur setelah pulih dari terpapar Covid-19.

“Kami pernah sakit kemudian diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk hidup. Apa yang harus kami berbuat dan ini kami gelorakan untuk yang sehat bisa saling membantu. Kalau memang nanti membutuhkan sembako kami upayakan,” jelas Bambang.

Bambang menjelaskan dirinya terpapar Covid-19 pada Februari 2021. Bambang pun menuturkan saat itu dia menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kali pertama yang saya pikirkan saat itu keluarga, istri dan anak. Agar imunitas mereka tidak ikut turun, saya setiap hari olahraga untuk menunjukkan kondisi saya saat itu baik-baik saja,” kata dia.

Baca juga: Bertambah Lagi, Total 138 Pasien Covid-19 Klaten Dibawa ke Asrama Haji Donohudan

Namun, Bambang lantas berpikir untuk tak menjalani isolasi mandiri di rumah agar virus yang memapar dirinya tak menular ke orang lain. Bambang pun memilih menjalani isolasi di rumah sakit hingga dinyatakan terbebas dari Covid-19.

Gencarkan Edukasi Soal OTG

Selain mengajak orang lain untuk saling membantu, Bambang mengaku saat ini dirinya juga sedang menggencarkan edukasi.

“Penyebaran ini meluas itu salah satunya dari OTG. Kami berikan edukasi bagaimana agar OTG ini bisa ketat. Kalau memang mau isolasi di rumah kami ajak bisa isolasi dengan ketat,” jelas dia.

Baca juga: Lika-Liku Penjemputan Warga Positif Covid-19 di Klaten: Pakai 3 Pendekatan untuk Picu Kesadaran

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan APD sangat dibutuhkan saat ini bagi petugas-petugas yang berkontak langsung dengan pasien di tempat isolasi terpusat.

Kebutuhan mendesak lainnya yakni obat-obatan serta oksigen medis. Cahyono mengatakan berbagai bentuk bantuan selama ini sudah diberikan warga secara pribadi maupun kelompok. Hal itu pula yang menjadi salah satu upaya menangani Covid-19 secara bersama-sama.

Berita Terkait

Espos Premium

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Kemarin Delta Bikin Heboh, Sekarang Covid-19 Ada Varian Mu, Harus Bagaimana?

Pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan ke Indonesia di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah varian Mu dari virus penyebab Covid-19 masuk ke Tanah Air. Kemunculan varian Mu mendorong pemerintah memperketat pengawasan dan karantina pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Berita Terkini

Proyek GOR Indoor Manahan Solo Mandek, Legislator Pertanyakan Kinerja Konsultan Pengawas

Kalangan legislator DPRD Solo menyayangkan pekerjaan proyek pembangunan GOR Indoor Manahan tak selesai dan mempertanyakan kinerja konsultan pengawas.

Kompak, 800 Orang Bergerak Bantu TMMD di Majasto Sukoharjo

Sedikitnya 800 warga berpartisipasi dalam program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD di Desa Majasto, Tawangsari, Sukoharjo.

Populasi Penderita Gagal Ginjal di Soloraya Terus Meningkat, Waspadai Pemicunya!

Jumlah penderita gagal ginjal di Soloraya terus meningkat dari tahun ke tahun yang dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat.

GTT Senior Wonogiri Pesimistis Lolos Ujian PPPK, Ini Alasannya

Sejumlah GTT senior di Wonogiri tak yakin bakal lolos ujian kompetensi menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK.

Vaksinasi Covid-19 Baru 45%, Danrem Tetap Yakin Herd Immunity Wonogiri Bisa Terbentuk Oktober

Danrem Warastratama optimistis capaian vaksinasi Covid-19 Wonogiri bisa digenjot hingga 70% pada Oktober 2021 sehingga herd immunity terbentuk.

Waduh! Sistem Trouble, Sertifikat Vaksin Covid-19 Pelajar Karanganyar Tak Bisa Langsung Tercetak

Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di Kabupaten Karanganyar sempat terkendala masalah sistem di mana sertifikat tidak bisa langsung tercetak.

Pengelola Mal Soloraya Berharap Anak 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk

Pengelola mal di Soloraya berharap ada kelonggaran terutama untuk anak di bawah 12 tahun boleh masuk mal seiring turunnya kasus Covid-19.

DLH Sragen Teliti Kualitas Air 4 Anak Sungai Bengawan Solo

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen meneliti kualitas air empat anak Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah kota.

PPKM Level 3 di Sukoharjo Masih Berjalan, Operasi Prokes di Gatak Terus Dilakukan

Operasi protokol kesehatan di Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, terus dilakukan oleh aparat setempat. Terlebih, PPKM Level 3 masih diterapkan di Sukoharjo.

Siapa Pun Penguasa Baru Mangkunegaran, Ini Harapan Pegiat Sejarah-Budaya Solo

Pegiat sejarah dan budaya Kota Solo menyampaikan harapannya kepada penerus Mangkunagoro IX sebagai penguasa Pura Mangkunegaran.

Aneh! Yoni di Sawah Dekat Tol Solo-Jogja Klaten Pernah Dipindah, Tapi Balik Lagi..

Yoni di tengah sawah yang hampir kena proyek tol Solo-Jogja di wilayah Keprabon, Polanharjo, Klaten, pernah dipindah ke tempat lain tapi kembali lagi.

Asyik! Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk TSTJ dan Balekambang Solo

Pemkot Solo sudah membolehkan anak usia 12 tahun ke bawah untuk mengunjungi dua objek wisata yang sudah diizinkan buka.

Minta Objek Wisata Dibuka, Asosiasi Pengelola Wisata Surati Pemkab Klaten

Para pengelola objek wisata meminta Pemkab Klaten segera mengizinkan pembukaan objek wisata meski dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan ketat.

Ditinggal Warga, Kampung Terdampak Tol Solo-Jogja Klaten ini Mirip Desa Mati

Kampung terdampak tol Solo-Jogja di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, sepi ditinggalkan penghuninya pindah.

Soal Capres, Ganjar Pranowo Tunduk Kepada PDIP

Ganjar Pranowo menyatakan dirinya akan tetap tunduk kepada ketentuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini dipimpin Megawati Soekarnoputri.