Mulia, Angkringan di Delanggu Klaten Ini Beri Diskon 50% Khusus Difabel

Angkringan Gotong Royong yang memberi diskon 50% khusus penyandang disabilitas ini juga dikelola komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difa Mandiri Gatak.

 (Espos/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - (Espos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Pengelola angkringan di pinggir Jl. Solo-Jogja, tepatnya di Gatak, Kecamatan Delanggu memberi diskon 50 persen ke pelanggan yang berstatus sebagai penyandang disabilitas dan anggota keluarganya.

Pemberian diskon tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan para penyandang disabilitas di tengah pandemi Covid-19.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, angkringan yang berada di perempatan Gotong Royong Delanggu mulai di-launching, Minggu (26/9/2021).

Baca Juga: Jelan, Potret Kaum Difabel Klaten yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan

Angkringan Gotong Royong ini dikelola oleh komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difa Mandiri Gatak. Jumlah anggota Difa Mandiri Gatak kurang lebih 30 penyandang disabilitas.

Berdirinya angkringan di perempatan Gotong Royong Delanggu juga hasil dukungan penuh dari Pemdes Gatak.

Selain angkringan, Pemdes Gatak juga mendukung kegiatan penyandang disabilitas lainnya, seperti di bidang ternak burung kenari, pembuatan pupuk kompos, dan mitigasi bencana untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Palar Klaten Berdaya: Bentuk Komunitas Demi Gali Potensi Diri

Angkringan yang dikelola para penyandang disabilitas di perempatan Gotong Royong Delanggu dibuka setiap hari, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari.

Makanan dan minuman yang dijual di angkringan ini sama persis dengan yang dijual di angkringan lainnya seperti nasi kucing, gorengan, baceman, telur sunduk, es teh, teh hangat dan lainnya.

“Modal awal angkringan ini didukung Pemdes Gatak untuk Difa Mandiri Gatak [senilai Rp2 juta]. Sedangkan gerobaknya dari Serdadu Delanggu [komunitas penyandang disabilitas tingkat Kecamatan Delanggu].

Baca Juga: Cerita Momen Indah Ardha Bocah Difabel Klaten Rekaman Bareng Didi Kempot

Semua menu makanan yang dijajakan dibuat oleh kalangan penyandang disabilitas sendiri. Di tengah pandemi Covid-19, mereka ingin membantu sesama penyandang disabilitas.

“Bagi penyandang disabilitas yang makan di angkringan ini berhak dapat diskon 50 persen,” kata pengelola sekaligus Sekretaris Difa Mandiri Gatak dan Sekretaris Serdadu Delanggu, Feri Santosa, 43, saat ditemui Solopos.com, di Gatak, Kecamatan Delanggu, Selasa (28/9/2021).

Meski baru di-launching beberapa hari kemarin, lanjut Feri Santosa, pengunjung angkringan di Gatak sudah banyak.

Baca Juga: Pemilik Angkringan di Klaten Tetap Ngeyel Usai Ditegur Satpol PP, Sejumlah Gelas Dikukut

Hal itu termasuk para penyandang disabilitas di Gatak dan sekitarnya yang antusias makan dan minum di angkringan Gatak.

“Lokasi di sini lumayan strategis. Para penyandang disabilitas yang ikut mengelola angkringan ini sangat senang [bisa berbagi]. Di luar itu, para penyandang disabilitas lainnya yang makan dan minum di sini juga senang karena bisa memperoleh diskon 50 persen,” kayanya.

Omzet yang diperoleh setiap hari dari angkringan itu, kata Feri, juga sudah lumayan. Omzet di hari perdana senilai Rp245.000, sementara omzet hari kedua senilai Rp208.000.

Baca Juga” Cerita Kegigihan Warga Ngerangan Klaten Tetap Merantau Jualan Angkringan di Tengah PPKM

Angkringan di Gatak tersebut juga menjadi tempat para penyandang disabilitas di Delanggu berdiskusi tentang berbagai hal terkait penyandang disabilitas.

“Selasa malam ini para penyandang disabilitas berkumpul di sini membahas tentang rencana pembuatan pupuk kompos,” katanya.

Teresia Umi selaku penjual di angkringan Desa Gatak sangat senang dapat terlibat dalam pengelolaan angkringan. Istri dari Feri Santosa ini menilai semangat para penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi sangat tinggi.

“Angkringan ini bisa membantu para penyandang disabilitas. Suami saya yang sebenarnya harus berjualan lumpya harus libur jualan dulu [agar usaha angkringan bisa berkembang terlebih dahulu],” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Generasi Z Indonesia Paling Stres

+ PLUS Generasi Z Indonesia Paling Stres

Generasi Z di Indonesia menjadi generasi yang mudah cemas dan mudah mendapat tekanan batin atau stres. Tingkat kecemasan generasi kelahiran 1997-2012 ini paling tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya.

Berita Terkini

Temuan Benda Ritual di Candi Kethek, Tempat Pembebasan Dosa

Penelitian di Candi Kethek yang berlokasi di lereng Gunung Lawu menemukan sejumlah benda-benda dan alat ritual yang terkait dengan upacara pemujaan, ruwatan, dan pembebasan kutukan serta dosa.

BRT Trans Jateng Rute Solo-Wonogiri: Murah, Aman, & Nyaman

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bakal menjadi sarana transportasi yang murah, mudah, aman, dan nyaman.

Hore! PTM 100 Persen Digelar di Boyolali Mulai Pekan Depan

PTM 100% tersebut akan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023 pada seluruh sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP.

Rute BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri: Keliling 3 Kota Cuma Bayar Rp4.000

Rute BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri yang bertarif Rp4.000 akan melintasi tiga wilayah sekaligus dengan jarak tempuh 68 menit

Kecamatan Terkecil di Sragen: Paling Padat Dibanding Lainnya

Memiliki dua desa dan enam kelurahan, kecamatan terkecil di Sragen diklaim terpadat di Bumi Sukowati.

Harga Tiket BRT Trans Jateng Solo-Wonogiri Murah, Fasilitas Ciamik

Harga tiket BRT Trans Jateng jurusan Solo-Wonogiri lebih murah dari bus bumel dan dilengkapi fasilitas ciamik.

Begini Kronologi Penemuan Mayat Pria di Sawah di Cangkol Mojolaban

Korban ditemukan di area persawahan di Dukuh Cangkol, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Korban merupakan warga sekitar bernama Mulyosuwito, 73. Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal karena terjatuh dan terjadi pendarahan dalam

Jaga Kewan, Cara Pemkab Boyolali Atasi Wabah PMK

Jaga Kewan merupakan upaya Pemkab Boyolali dalam menangani wabah PMK di Boyolali.

Kecamatan Terkecil di Sragen Ternyata Hanya Punya 2 Desa

Kecamatan terkecil di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ternyata hanya memiliki dua desa dan enam kelurahan saja.

Solopos Hari Ini: Aglomerasi Transportasi

Moda transportasi dengan wilayah operasi aglomerasi Soloraya membuka harapan sejumlah pihak, salah satunya pelaku wisata.

Mantap, Vaksinasi PMK Tahap I di Boyolali Selesai

Sebanyak 1.896 dosis telah disuntikkan untuk 1.400 sapi perah dan 500 sapi potong.

LPK di Karanganyar Harus Siap Hadapi Perubahan Pendidikan, Ini Caranya

Perubahan pola pendidikan saat ini begitu cepat dan berubah-ubah. Selain itu, globalisasi juga memunculkan persaingan di bidang jasa pendidikan.

Harga Tanah di Solo Capai Rp65 Juta/M2, di Mana Lokasinya?

Harga tanah per meter persegi di Kota Solo mencapai Rp65 juta. Kira-kira di mana lokasinya?

Siap-Siap, BRT Jateng Jalur Solo-Wonogiri Bertarif Rp4.000 Per Orang

BRT Trans Jateng rute Solo-Wonogiri bertarif Rp4.000 per orang dan Rp2.000 per pelajar dengan jarak tempuh 68 menit

Begini Cara Siswa Muhi Klaten Isi Liburan Sekolah Bersama UNS Solo

Kegiatan itu digelar dengan menggandeng tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (5/7/2022).