Mulan Jameela Ingin Pertamina Jual Pertamax Seharga Premium, Ini Alasannya
Anggota DPR yang juga artis Mulan Jameela berbincang dengan rekan sejawatnya saat mengikuti Sidang Paripurna MPR ke-2 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019). (Antara - M Risyal Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA — Mulan Jameela, Anggota Komisi VII DPR meminta agar PT Pertamina (Persero) untuk mengkaji kembali rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) Ron 88 atau Premium. Istri musisi Ahmad Dhani ini juga mengusulkan Pertamax dijual seharga Premium.

Dalam sesi pembahasan pada rapat dengan pendapat Komsisi VII DPR dengan Pertamina, Senin (31/8/2020), Mulan mencecar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan pertanyaan sejauh mana perusahaan migas BUMN itu mengkaji rencana tersebut.

Mulan mempertanyakan apakah Pertamina telah memikirkan dampak dari penghapusan Premium dan Pertamax nantinya kepada masyarakat luas.

Pembajakan Nomor WA Bupati Karanganyar, Korban Kirim Uang ke Rekening Atas Nama SU

“Saat ini sedang mengalami ujian pandemi Covid-19 karena apabila Premium dan Pertalite dihapus tentu akan berdampak yang tidak baik untuk masyarakat,” kata dia seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (1/9/2020).

Selain itu, Mulan mengusulkan Pertamina menjual Pertamax seharga Premium atau Pertalite kepada masyarakat jika memungkinkan.

“Masukan saja dari saya mungkin apabila betul benar Premium dan Pertalite dihapus apa memungkinkan harga Pertamax ini bisa diturunkan. Mungkin bisa jadi sama dengan Premium mungkin ini insya Allah bisa jadi solusi,” ucapnya.

Hilang 5 Hari, Wanita Sukoharjo Ditemukan Meninggal di Kebun Tebu

Tujuh Negara Setia Pakai Premium

Atas masukan Mulan itu, Nicke mengatakan pihaknya meninjau penggunaan BBM oktan rendah yakni di bawah 91 sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017.

Nicke menjelaskan bahwa hanya tujuh negara di dunia pada saat ini yang masih menggunakan BBM dengan oktan rendah. Tujuh negara itu adalah Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan, dan Indonesia.

“Kami akan mencoba melakukan pengelolaan hal ini karena sebetulnya Premium dan Pertalite ini porsi konsumsinya yang paling besar. Kita perlu mendorong bagaimana konsumen yang mampu beralih ke BBM ramah lingkungan,” jelasnya.

Kebakaran Hanguskan Rumah di Utara Pasar Depok Solo

Sebelum menyoroti kinerja Pertamina, Mulan pernah mempertanyakan utang PT PLN (Persero) yang mencapai Rp694,79 triliun.

Mulan menyoroti laporan keuangan PLN kuartal I/2020 yang mencatatkan utang jangka panjang perseroan Rp537 triliun dan utang jangka pendek senilai Rp157,79 triliun.

Dia menilai utang tersebut cukup mengejutkan dan membuat kondisi keuangan PLN tidak sehat. “Dengan kondisi seperti ini, bisakah PLN menjamin ketersediaan listrik nasional tanpa harus menaikkan tarif listrik kepada masyarakat?,” katanya dalam rapat dengar pendapat akhir Agustus lalu.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom