Kategori: Gunung Kidul

Mulai Tahun Ini, Bantuan PKH Diberikan dalam Bentuk Tabungan


Solopos.com/Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja

Mulai tahun ini pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dilakukan dalam bentuk nontunai

 
Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Mulai tahun ini pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dilakukan dalam bentuk nontunai. Bantuan diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yakni uang dalam bentuk buku tabungan bank.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Irianti mengatakan pemberian bantuan PKH akan dilakukan bertahap mulai 14, 15, 16, 19, dan 20 Juni 2017. Nantinya pemberian bantuan uang akan berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni dalam bentuk buku tabungan bank.

Pembagiannya nanti akan dilakukan secara serentak di kantor kecamatan, balai desa mapupun balai dusun yang telah ditunjuk. “Jumlah KPM adalah 60.534 tersebar di 18 kecamatan. setiap KPM selain mendapatkan buku tabungan dan juga akan mendapatkan ATM beserta nomor PIN,” kata dia, Rabu (14/6/2017).

Di dalam buku tabungan dan ATM tersebut berisi nominal uang yang berbeda-beda jumlahnya. Misalnya untuk KPM ibu hamil dan pelajar mendapatkan Rp1.890.000 per tahun. Sedangkan untuk KPM dengan komponen kesejahteraan sosial (lansia) Rp2.000.000 per tahun.

Siwi mengatakan, di samping tujuan utamanya untuk mengurangi beban pengeluaran PKM, dan juga investasi jangka panjang bagi generasi masa depan. Perubahan penyaluran bantuan dengan sistem tunai menjadi non tunai ini juga bertujuan sebagai upaya edukasi untuk menabung.

Sementara itu, BupatI Gunungkidul, Badingan menambahkan, PKH secara jangka panjang dapat memutus rantai kemiskinan antar generasi. Melalui PKH ini generasi penerus dari keluarga miskin, juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan yang lebih baik dan layak. Pendidikan ini nantinya akan menjadi bekal yang berharga untuk meningkatkan harkat dan derajat sosial ekonomi keluarga.

"Kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga harapan tahun ini, saya berharap dapat menerima dengan penuh rasa syukur, karena mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik," katanya.

Badingah berharap KPM supaya berhati-hati dan memanfaatkan bantuan dengan benar dan bertanggungjawab, demi masa depan anak-anak atau generasi penerus. Jangan sampai bantuan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

"Cara penyaluran bantuan non tunai ini, bukan untuk membuat sulit peserta penerima manfaat. Tetapi mengandung tujuan agar keluarga-keluarga penerima manfaat, dapat berlatih mengendalikan diri dalam pemanfaatan dana serta terbiasa menabung," ujar dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Nina Atmasari