MUKTAMAR HIZBUL WATHAN : Muchdi Ingin HW Bisa Perangi Narkoba
Muchdi Purwoprandjono (Ayu Abriyani K.P./JIBI/Solopos)

Muktamar Hizbul Wathan ke-3 di Balai Muhammadiyah Solo, ditutup Jumat (15/7/2016) malam.

Solopos.com, SOLO - Ketua Umum Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) terpilih, Muchdi Purwoprandjono, memiliki beberapa program kerja dalam kepengurusannya pada periode 2016-2021. Salah satu programnya adalah HW bisa memerangi narkoba.

"Saya mewakili 15 formatur sangat berterima kasih telah dipilih untuk kepengurusan lima tahun ke depan. Untuk itu, di dalam kepengurusan ini, kami memiliki beberapa program, meliputi pencegahan narkoba, regenerasi, dan penerapan HW di luar organisasi Muhammadiyah," kata Muchdi saat sambutan dalam acara penutupan Muktamar Gerakan Kepanduan HW ke-3 di Balai Muhammadiyah Solo, Jumat (15/7/2016) malam.

Menurutnya, narkoba adalah kejahatan yang sangat besar. Ia yang juga menjabat Ketua Gerakan Rakyat Anti Narkoba itu menyatakan di Indonesia ada enam juta orang pecandu narkoba. Setiap hari ada 30 hingga 50 orang yang meninggal dunia. Penjualan narkoba pun setiap bulannya bisa mencapai ratusan miliar.

"Ke depan, HW sebagai organisasi otonomi Muhammadiyah bisa memerangi dan mencegah peredaran narkoba di masyarakat. Sebab, saat ini korbannya mulai usia dini sampai usia lanjut," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti permasalahan regenerasi di HW. Anggota junior berusia 55 tahun ke bawah, sedangkan senior berusia 55 tahun ke atas. Ke depan, ia memiliki keinginan HW dipimpin generasi muda. Sementara, senior berperan menjadi pembina. Seperti Jenderal Sudirman yang menjadi panglima besar pada usia 29 tahun.

"Kami juga ingin HW bisa berkegiatan lebih luas. Jangan hanya di sekolah atau lingkungan Muhammadiyah sehingga HW bisa dikenal masyarakat. Bahkan berada di garis terdepan dalam kegiatan sosial," ujar mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayor Jenderal (Purn) itu.

Sementara, Ketua Panitia Muktamar ke-3 HW, Joko Riyanto, berharap kegiatan Muktamar itu bisa menjadi contoh kegiatan lainnya di Muhammadiyah terutama di dalam metode pemilihannya yang berupa elektronik voting (e-voting). Ia juga berharap ketua terpilih dapat melaksanakan amanah dengan baik.

Ia juga menambahkan hasil keputusan 14 formatur terpilih untuk menambah satu orang formatur sehingga menjadi 15 orang. "Awalnya, kmi memilih 13 formatur, tetapi pada urutan 13 ada dua orang yang memiliki nilai sama. Lalu, setelah berdiskusi, ada penambahan satu orang lagi yakni Saiful Azhar Aziz dari Bantul, DIY [Daerah Istimewa Yogyakarta] yang mewakili generasi muda. Sehingga total formatur yang terpilih adalah 15 orang dari 36 calon," katanya saat ditemui wartawan seusai acara, Jumat malam.

Perwakilan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Marpuji Ali, juga berharap HW semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas. Ia juga berharap Muchdi menjadi orang ikhlas dan mencari ridho Allah untuk menghadapi tantangan ke depan. Saat itu, Marpuji sekaligus menutup acara Muktamar tersebut.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom