MUI Jateng Ingatkan Pembatasan Salat Jumat
Ketua Umum MUI Jateng K.H. Ahmad Darodji (kedua dari kiri) didampingi Sekretaris Umum K.H. Muhyiddin, Sekretaris K.H. Multazam Achmad dan Komisi Infokom H. Isdiyanto Isman mengikuti rakor antisipasi wabah korona MUI se-Indonesia secara online, di Kantor MUI Jateng. (Antara-MUI Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mengingatkan imbauan pembatasan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Ditegaskan bahwa imbauan itu masih berlaku.

MUI kembali mengimbau agar masyarakat Jateng tidak melaksanakan salat Jumat di masjid saat pandemi Covid-19. “Belum ada tausyiah baru, masih berlaku yang lama,” kata Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Jawa Tengah Isdiyanto Isman di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2020).

Gadis Indigo Ungkap Perbedaan Kanjeng Ratu Kidul dengan Nyi Roro Kidul

Menurut dia MUI belum bisa berpendapat soal adanya masjid yang sudah kembali menggelar salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia menjelaskan tausyiah MUI masih menyerukan untuk tidak salat dahulu di masjid. “Mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur,” katanya.

Sebelumnya, Masjid Agung Semarang atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kauman kembali menggelar salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelumnya, selama beberapa waktu terakhir, salat berjemaah itu ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Animo Tinggi

Pengurus masjid menerapkan protokol kesehatan terhadap jemaah yang akan melaksanakan salat. Takmir Masjid Agung Semarang K.H. Hanif Ismail mengatakan animo jemaah yang melaksanakan salat Jumat cukup tinggi.

Menurut dia, protokol kesehatan sudah mulai diterapkan. Termasuk, katanya, antisipasi jika terjadi kerumunan saat selesai salat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho