ILUSTRASI (Burhan Aris Nugraha/JIBI/SOLOPOS)
ILUSTRASI (Burhan Aris Nugraha/JIBI/SOLOPOS)

SOLO-Keberadaan bus ekstra dimanfaatkan juga oleh para pemudik selama masa Lebaran 2012 ini untuk pulang kampung. Pada H-6 Lebaran, atau Senin (13/8), UPTD Terminal Tirtonadi mencatat ada 95 armada bus ekstra yang membawa 3.950 penumpang yang masuk ke terminal tersebut.

Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat atau sebesar 126 persen dibandingkan hari yang sama tahun 2011, di mana tercatat kedatangan bus ekstra sebanyak 43 bus. Sementara untuk bus regular, pada H-6 tersebut tercatat jumlah bus yang datang ke Terminal Tirtonadi sebanyak 2.412 bus dengan 43.890 penumpang. Sedangkan jumlah bus yang berangkat dari terminal itu tercatat sebanyak 2.286 bus dengan 33.398 penumpang.

Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Solo, MV Djammila mengemukakan adanya kenaikan jumlah bus regular maupun bus ekstra tersebut diperkirakan karena dipengaruhi pula dengan adanya kebijakan PT Kereta Api (KA) yang meniadakan tiket untuk penumpang berdiri. Artinya, sangat dimungkinkan terjadinya luapan calon penumpang KA yang beralih menggunakan bus untuk mudik.

“Apalagi jadwal keberangkatan bus kan lebih fleksibel, sehingga memudahkan para pemudik untuk menentukan kapan mereka akan mudik atau kembali ke domisili masing-masing nantinya,” ujar Djammila ketika ditemui wartawan di kantornya, Selasa (14/8/2012).

Djammila menambahkan untuk memperkuat pengamanan di Terminal Tirtonadi selama masa arus mudik hingga arus balik, tim gabungan dari kepolisian, Koramil TNI, Denpom TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah dikerahkan untuk mendukung. “Selain anggota Polsek Banjarsari, ada juga back up dari Satuan Brimob [Brigadir Mobil],” imbuh dia.

Disebutkan dia, pengamanan gabungan dibagi dalam tiga titik, yaitu timur, barat dan tengah. “Termasuk petugas dari UPTD Tirtonadi juga bersiaga 24 jam. Jika mengalami kesulitan atau bingung, penumpang bisa langsung menemui petugas. Jangan percaya pada orang asing,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Stasiun Solo Balapan, Suyatno, membenarkan tidak adanya toleransi pada penumpang tanpa tempat duduk. “Sudah diberlakukan, penumpang tidak boleh ada yang berjubel atau berdiri di dalam kereta,” kata Suyatno.

Ditambahkan Suyatno, pengamanan di Stasiun Solo Balapan dan sejumlah stasiun lain di Solo juga mendapatkan dukungan pengamanan dari Satuan Brimob dan sejumlah unsur lainnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten