MUDIK LEBARAN 2015 : Pasokan BBM Idulfitri Jatim Dinaikkan 30%
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak di SPBU. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Mudik Lebaran 2015 di Jatim dipastikan cukup BBM.                                             

Solopos.com, SURABAYA — PT Pertamina (Persero) menambah jumlah pasokan bahan bakar minyak sebesar 30% di Jawa Timur, khusus untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat musim arus mudik-balik Idulfitri 1436 H atau Lebaran 2015.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ageng Giriyono menjelaskan keputusan penambahan stok untuk musim arus mudik-balik Idulfitri 1436 H atau Lebaran 2015 itu didasari oleh prediksi kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) di Jatim menjadi 17.786 kl/hari.

Normalnya, konsumsi BBM di provinsi beribukota Surabaya itu adalah 13.696 kl/hari. Khusus untuk solar, kata Giri, Pertamina menyediakan stok sesuai kebutuhan pada hari normal, yaitu 5.857 kl/hari.

Pertamina memprediksi permintaan akan solar diprediksi menurun saat Idulfitri, menyusul diberlakukannya larangan beroperasi bagi kendaraan kelas berat selama H-4 hingga H+1 Idulfitri 1436 H atau Lebaran 2015.

“Untuk BBM jenis Pertamax, kami memperkirakan juga akan terjadi kenaikan permintaan, sehingga kami akan antisipasi dengan menambah stok sebanyak 20%,” jelasnya di Surabaya, Senin (23/6/2015) petang.

Bagaimanapun, sambungnya, produk Pertamax Series dan Pertamina Dex—khususnya dalam bentuk kemasan—tidak disediakan pada SPBU yang berada di luar jalur strategis arus mudik-balik di Jatim.

SPBU Kantong
Pertamina mempersiapkan ‘SPBU kantong’ di delapan titik rawan macet di Jawa Timur saat musim mudik-balik, yaitu Bojonegoro, Blitar, Jember, Kediri, Nganjuk, Probolinggo, Situbondo, dan Trenggalek.

“Setiap SPBU di jalur strategis kami minta untuk buka 24 jam dan menjaga ketahanan stoknya, khususnya selama H-7 hingga H+4 Idulfitri melalui penambahan delivery order,” ungkap Giri.

Sementara itu, untuk lini elpiji 3kg, Pertamina MOR V juga akan menambah pasokan sebanyak 10% di Jatim atau setara dengan 109.737 metrik ton/bulan. Adapun, angka konsumsi normal Si Melon di provinsi tersebut adalah 99.761 metrik ton/bulan.

Giri menyatakan pihaknya akan memastikan ketersediaan elpiji 3kg dan 12 kg di 460 SPBU, yang mencakup wilayah Jatim, Bali, serta Nusa Tenggara Timur dan Barat.  Tidak hanya itu, Pertamina menyediakan 18 stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPPBE).

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom