Mudah, Ini Cara Warga Sragen yang Mau Punya KTP Digital

Meski baru menyasar kalangan terbatas, warga Sragen bisa mengajukan permohonan pembuatan KTP Digital. Caranya mudah, cukup datang ke kantor Dispendukcapil Sragen.

 Gambaran KTP Digital di Playstore

SOLOPOS.COM - Gambaran KTP Digital di Playstore

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah pusat telah mencanangkan penggunaan KTP digital sejalan dengan masifnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan KTP digital, kita tidak perlu lagi membawa keping KTP secara fisik. Cukup mengaksesnya di aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di ponsel. Aplikasi berbasis Android ini bisa diunduh di Google Playstore.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen, Adi Siswanto, menjelaskan penggunaan KTP digital ini masih terbatas. Meski begitu, ia mempersilakan warga yang ingin memiliki KTP digital untuk datang langsung ke kantor Dispendukcapil Sragen.

“Fungsi KTP digital adalah sebagai bukti identitas ketika naik kendaraan umum, seperti di stasiun atau bandara. Jadi tidak harus menunjukkan KTP secara fisik, cukup melalui handphone,” terang Adi saat ditemui di kantornya, Senin (21/10/2022).

Ia menyebut KTP digital ini belum masif digunakan di perbankan ataupun BPJS. Sementara ini hanya terbatas untuk penggunaan kereta api dan pesawat.

Baca Juga: KTP Digital Diterapkan di Karanganyar, Sementara Terbatas Untuk Kalangan Ini

“Kami [Dispendukcapil] hanya sebagai operator, untuk kebijakan lebih lanjut menunggu dari pusat. Warga yang ingin mendaftar bisa langsung datang. Saat ini warga Sragen yang telah tercatat menjadi pendaftar aplikasi IKD relatif sedikit, 500-an orang,” terang Adi.

Simpel

Keuntungan penggunaan aplikasi ini adalah bisa mengecek data administrasi kependudukan dengan melalui handphone. “Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, silakan datang ke Dispendukcapil. Setelah datang melakukan kemudian bisa mengunduh aplikasi IKD melalui Google Playstore,” tambahnya.

Selanjutnya mengisi data yang diminta aplikasi, yaitu NIK [nomor induk kependudukan], alamat e-mail, nomor handphone. Kemudian akan mendapat notifikasi untuk melakukan foto selfie untuk verifikasi dengan foto di KTP cetak.

Untuk dihubungkan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) proses pendaftaran dilanjutkan melalui operator Dispendukcapil untuk scan barcode. Itulah mengapa  tahapan pendaftaran KTP digital harus datang langsung ke Dispendukcapil.

Baca Juga: E-KTP Digital Mulai Diterapkan di Sragen, Anak Sekolah Jadi Sasaran Awal

“Setelah diverifikasi oleh petugas akan mendapatkan kode PIN melalui e-mail yang telah didaftarkan. Untuk aktivasi IKD dilakukan pada e-mail yang sama. Dalam aplikasi tersebut juga terdapat opsi untuk mengubah PIN,” terang Adi.

Selain itu, hal ini juga untuk mencegah keterbatasan blangko, karena blanko memang terbatas dari pusat.

“Proses pendaftaran sebenarnya gampang dan cepat. Semua masyarakat bisa menjadi sasaran program ini. Asal sudah punya KTP dan handphone Android masyarakat bisa mendaftar,” ujar Adi.

Saat Solopos.com, mencoba mendaftar KTP Digital melalui IKD, proses pengisian identitas awal serta foto memakan waktu yang tidak lama. Kemudian pendaftaran dilanjutkan untuk scan barcode oleh petugas, pendaftar akan menerima email dari SIAK.

Baca Juga: Identitas Kependudukan Digital Mulai Diterapkan di Sragen, Tapi Masih Terbatas

Dalam email dari SIAK tersebut, terdapat kode PIN dan pilihan aktiviasi. Pendaftar harus melakukan aktivasi, sebelum bisa menggunakan IKD. Setelah aktivasi melalui email, pendaftar kembali ke aplikasi IKD untuk cek status. Kemudian KTP Digital selanjutnya bisa diakses dengan menggunakan PIN. Proses pendaftaran ini kurang lebih memakan waktu sepuluh menit.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presien Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.

      Menang Lawan Petahana, Cakades Terpilih di Wonogiri Akan Rangkul Lawan

      Aris Wahyu Suryanto, mengatakan setelah dinyatakan terpilih dan mengalahkan cakades petahana nomor urut 2, Margono, akan berupaya membangun hubungan baik dengan pihak lawan

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 9 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (9/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Nyam, Festival Durian Lokal Digelar 4 Hari di Selogiri Wonogiri, Ini Jadwalnya

      Di antara durian lokal yang dijual, berasal dari Sumatra, Kalimantan, hingga beberapa daerah di Jawa. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp100.000/tiga buah hingga Rp120.000/buah.

      Diawali Menteri Nyirami Kaesang, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Terakhir

      Ada tujuh pasangan yang melakukan siraman kepada calon manten Kaesang yang merupakan keluarga Presiden Jokowi serta menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersama istri.