Tutup Iklan
Astrid Widayani (Istimewa)

Muda Berkarya hadir setiap Jumat di The Young Koran Umum Solopos diasuh oleh Astrid Widayani, inisiator Youth Reinforcement Program (YRP).  Sekretariat YRP di Jl. MT Haryono 34B, Manahan, Solo, Telepon  (0271) 7467243.

Solopos.com, SOLO --  Banyak yang tidak menyadari jalan hidup dimulai dari keputusan yang kita ambil. Keputusan menjadi hal penting bagi kita dalam meraih kesuksesan dan mencapai apa yang kita inginkan. Namun sering kali kita hanya berfokus tentang bagaimana cara menjadi sukses.

Kita terlalu sibuk memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukan. Kita lupa bahwa mengambil keputusan dimulai dari diri sendiri. Arah tujuan hidup kita bisa berubah sesuai haluan yang kita pilih.

Hidup sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu. Pada hakekatnya, dalam menentukan arah tujuan hidup sebaiknya dimulai dari kemampuan untuk memahami diri sendiri. Get to know yourself.

Kita dilahirkan menjadi individu yang unik. Individu yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam teori kepribadian, ada 4 jenis kepribadian dasar yang bisa menggambarkan kita yaitu sanguinis (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan plegmatis (cinta damai).

Adapun tipe kepribadian yang dilihat dari interaksi kita sebagai makhluk sosial antara lain introvert, ambievert, dan extrovert.

Di sisi lain, Tuhan telah memberikan kita bakat alami. Kita biasa mengenalnya dengan istilah Talent and Gift. Sama halnya dengan kemampuan (skill) yang harus kita latih untuk berkembang, maka Talent harus dikembangkan supaya bisa maksimal.

Bedanya, Gift merupakan anugerah dari Tuhan yang dimiliki individu, yaitu sebuah keahlian tanpa harus berlatih keras. Namun sayangnya tidak semua menyadari bahwa Gift sebenarnya ada pada dirinya.

Semua hal ini, mulai dari  kepribadian (personality) hingga Talent atau Gift, akan membantu kita dalam mengambil keputusan dari berbagai pilihan hidup untuk menggapai kesuksesan.

Dalam mengenal diri sendiri tentu tidak hanya berhenti pada tipe kepribadian saja, namun juga bagaimana sifat-sifat dalam diri individu berkembang menjadi sebuah karakter.

Karakter berkembang sebagai learned behavior atau perilaku yang dipelajari oleh individu dari lingkungannya.

Semua jenis karakter terbentuk mulai dari sifat genetik atau turunan hingga bagaimana karakter tersebut berkembang sesuai dengan lingkungan yang membentuk kita ketika kita tumbuh dewasa.

Jadi, apabila ada seseorang dinilai baik atau buruk tingkah lakunya di suatu norma masyarakat, maka yang dinilai adalah karakternya.

Jati Diri

http://img.solopos.com/upload/img/Astrid-5.jpg" width="400" height="600" alt="" />

Dalam fenomena sosial yang ada, banyak anak muda yang sedang mencari jati diri akhirnya memilih menjadi karakter yang mungkin bukan karakter yang dia miliki sesungguhnya hanya untuk bisa diterima di lingkungannya.

Hal ini akan menjadi sesuatu yang negatif apabila seorang remaja ingin diakui di lingkungannya namun justru kehilangan karakter bahkan tidak bisa memaksimalkan ‘talent’ dan ‘gift’ yang ada.

Untuk itu, Youth Reinforcement Program (YRP) ingin membantu anak muda atau remaja dalam mendalami kepribadian, mengembangkan karakter, hingga memaksimalkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Ada beberapa metode dalam memahami tipe kepribadian dan potensi individu melalui YRP self assessment. Kami akan membantu pendampingan hasil assessment tersebut dalam bentuk portofolio awal dan akhir program.

Tidak hanya bertujuan menghasilkan kepribadian yang unggul, tetapi juga membentuk karakter yang positif.

Kami ingin anak muda Indonesia bisa benar-benar mengenali dirinya dengan baik, tidak mudah terpengaruh lingkungan, memaksimalkan potensinya, dan bisa mengambil keputusan yang tepat dalam hidupnya. Karena kesuksesan berawal dari bagaimana kita bisa mengenali diri sendiri.

Salam Muda Berkarya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten