Tutup Iklan
Astrid Widayani (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Astrid Widayani mengenal seluk-beluk dunia pendidikan sejak kecil. Berawal dari ayah dan ibu yang menjadi seorang pengajar. Sempat mengikuti passion dengan melanjutkan kuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Diponegoro (Undip) Semarang periode 2004-2008, Astrid akhirnya kembali ke khitahnya sebagai penerus Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta.

Astrid yang juga menyandang gelar Sarjana Ekonomi Manajemen Universitas Surakarta (Unsa) melanjutkan jenjang Pascasarajana di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Jurusan Manajemen Stratejik pada 2010. Sejak saat itu, pelan-pelan Astrid memulai karier di bidang akademik. Pendidikan mendarah daging dan sudah menjadi panggilan jiwa bagi Astrid.

Putri Citra Jawa Tengah 2006 yang juga pernah meraih Joglosemar Kadin Award Solo Bidang Pariwisata ini mengawalinya dengan menjadi dosen Fakultas Ekonomi Unsa, Direktur Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara Surakarta, hingga kini menjabat sebagai Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta. Ditambah kesibukannya sebagai CEO Direct English Solo.

Selain itu, Astrid juga aktif di sejumlah kegiatan sosial mengajar, di antaranya menjabat sebagai Kabid Pendidikan dan Pengajaran Solo Mengajar serta Inspirator Leader dan Orang Tua Asuh Solo Mengajar. Di tengah kesibukannya, Astrid juga menginisiasi program khusus penguatan soft skill dan practical skill bagi anak muda yang disebut Youth Reinforcement Program (YRP).

YRP fokus pada pelatihan soft skill yang meliputi aspek interpersonal, intrapersonal, literasi digital, dan Bahasa Inggris tentunya. Semuanya dibutuhkan generasi muda di era milenial agar mengenali potensi diri mereka untuk menghadapi tantangan global. Tak hanya pengajaran, mereka juga melakukan pendampingan personal kepada para peserta sehingga programnya lebih maksimal.

Program tersebut berangkat dari fenomena generasi muda yang masih sulit mengenali potensi diri, khususnya di Kota Solo. Astrid mengatakan di Solo banyak anak muda berbakat namun tak memaksimalkan potensinya karena minder. “Khususnya di Solo, banyak talenta berbakat yang masih minder dengan posisi mereka hanya karena tinggal di daerah,” kata Astrid.

Selesai dengan YRP, Astrid, masih ingin melanjutkan program-program peningkatan pendidikan lainnya. Salah satunya melanjutkan kuliah doktoral yang sempat tertunda. “Setelah ini saya harus mengejar mimpi saya juga, untuk studi lanjut, lalu membagikan ilmu saya lagi ke orang lain,” kata dia. (Ika Yuniati)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten