Tutup Iklan
Astrid Widayani (Istimewa)

Muda Berkarya hadir setiap Jumat di The Young Koran Umum Solopos diasuh oleh Astrid Widayani, inisiator Youth Reinforcement Program (YRP).  Sekretariat YRP di Jl. MT Haryono 34B, Manahan, Solo, Telepon  (0271) 7467243, WA 08562816271.

Solopos.com, SOLO -- Saat memulai tahun baru dengan harapan baru, tentu kita bisa merasakan euforia semangat awal tahun dengan menuliskan target yang akan dicapai atau dalam sebuah resolusi tahun baru.

Ada kutipan yang sangat terkenal dari Lao Tzu, “Watch your thoughts; they become words. Watch your words; they become actions. Watch your action; they become habits. Watch your habits; they become character. Watch your character; it becomes your destiny.”

Dalam kutipan tersebut dijelaskan semua yang kita jalani dimulai dari bagaimana pikiran kita memengaruhi segala hal. Jadi, kita harus mampu menjaga pikiran yang positif apabila menginginkan hasil yang positif pula.

Pemikiran yang positif tidak muncul begitu saja. Bagi orang yang selalu optimis akan sangat mudah untuk menjaga pikiran positif. Ketika ada masalah atau kendala yang dihadapi, orang optimis cenderung menyikapinya dengan respons yang positif.

Sebaliknya, orang yang cenderung pesimis akan sulit untuk menerima kenyataan yang tidak sesuai harapannya atau bahkan tidak bisa menyikapi perubahan secara bijak.

Optimisme sangat dipengaruhi oleh lingkungan, maka untuk belajar berpikir positif dapat dimulai dari pergaulan yang memberikan pengaruh positif. Optimisme akan memperkuat kepercayaan pada diri sendiri dan memperjuangkan harapan yang ada dalam diri.

Sayangnya, masih ada di antara kita yang masuk dalam kategori pesimistis. Kita tidak bisa hanya menyalahkan keadaan. Memang terdapat hal-hal yang tidak bisa kita kontrol, seperti latar belakang keluarga, kondisi ekonomi makro, hingga bagaimana lingkungan pergaulan yang secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir kita.

Namun hal-hal yang bisa kita kontrol seperti kata-kata, tindakan, kebiasaan, dan karakter seharusnya bisa mengubah seorang pesimis menjadi seorang yang optimis. Winston Churchill pernah menyampaikan seorang yang pesimis hanya melihat kesulitan dalam sebuah peluang, sedangkan seorang yang optimis bisa melihat peluang dalam sebuah kesulitan.

“Kita harus mampu menjaga pikiran yang positif apabila menginginkan hasil yang positif pula.”

Adapun beberapa hal yang bisa menjaga pemikiran positif antara lain:

  • Percaya bahwa pemikiran yang positif adalah sebuah pilihan.
  • Buang pemikiran negatif dan hindari pergaulan yang negatif.
  • Lihat hal-hal positif yang ada dalam hidup kita. Kita harus bisa mensyukuri hal-hal kecil yang ada dalam hidup kita.
  • Bangun rasa optimisme dalam diri kita. Dengan adanya rasa optimisme maka akan tumbuh semangat dan harapan.
  • Bagikan rasa positif kepada orang lain, misalnya dengan berbagi kebaikan.

Mari bersama sambut tahun baru dengan penuh optimisme. Youth Reinforcement Program (YRP) adalah solusi bagi anak muda yang membutuhkan pendampingan dalam mempertahankan jiwa optimisme, menjaga pemikiran positif, dan membangun karakter unggul demi menggapai kesuksesan di masa depan. Selamat Tahun Baru 2019.

Salam Muda Berkarya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten