MTI Dukung Penghapusan Subsidi BBM

MTI Dukung Penghapusan Subsidi BBM

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Dok.)

Solopos.com, JAKARTA -- Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyatakan dukungan terhadap kebijakan penghapusan subsidi bahan bakar minyak (BBM) guna mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.

Djoko Setijowarno, Pengurus bidang Riset dan Advokasi MTI mengatakan, kebijakan yang tepat untuk menyetop pemborosan anggaran adalah pencabutan subsidi.

Dia mengatakan kebijakan pencabutan akan lebih efektif ketimbang pembatasan volume BBM.  "Kebijakan mengurangi volume BBM sebagai upaya penghematan BBM tidak melebehi kuota jelas sangat tidak efektif, karena akan mengganggu proses distribusi logistik dan berujung mengganggu kelancaran ekonomi," ujarnya, Sabtu (31/5/2014).

Menurutnya, cara yang efektif mengurangi konsumsi BBM mencabut subsidi BBM untuk kendaraan pribadi. Sebab golongan konsumen ini mencapai 93%. Agar tidak memberatkan, kenaikan dapat bertahap, setiap enam bulan naik Rp500 - Rp1.000.

Seiring kebijakan menaikkan harga BBM, kondisi transportasi umum diperbaiki. Harus nyaman, aman dan murah, tarif disubsidi agar pengguna kendaraan pribadi mau beralih. Selain itu, dia mengusulkan trayek angkutan umum dapat menjangkau sampai kawasan perumahan dan pemukiman.

Di negara Asean, hanya Indonesia yang masih memberi subsidi BBM, ujarnya. Sementara  berdasarkan kalkulasi Kementerian Keuangan subsidi BBM yang dalam APBN 2014 dipatok Rp210,7 triliun bakal membengkak hingga Rp285,0 triliun.

Tidak hanya itu, subsidi listrik diproyeksi melonjak dari pagu Rp71,4 triliun menjadi Rp 107,1 triliun. Dengan demikian, total subsidi BBM dan listrik tahun ini diperkirakan menembus angka Rp 392 triliun. Pemerintah saat ini adalah memangkas belanja kementerian/lembaga (K/L) dari Rp637,8 triliun pada APBN 2014 menjadi Rp539,3 triliun pada APBN Perubahan 2014. Sementara dalam APBN 2015, pemerintah hanya mematok belanja K/L sebesar Rp 610 triliun atau lebih rendah dibanding pagu APBN 2014.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berapa Sih Gaji Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo?

Berapa kira-kira gaji yang diperoleh Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo? Fantatiskah atau biasa saja?

Caplok Discovery hingga Baidu, George Soros Rogoh Kocek Rp5 Triliun

Perusahaan investasi George Soros mengambil alih saham ViacomCBS, Discovery, dan Baidu saat mereka dijual dalam blok besar selama keruntuhan Archegos Capital Management milik Bill Hwang.

Suka Makanan Bersantan? Segini Batasan Aman yang Boleh Dikonsumsi

Makanan bersantan memang menggoda selera sehingga acap bikin lupa diri.

Duh, Nakhoda Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali Ternyata Anak Di Bawah Umur

Saat ini petugas gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan sukarelawan masih fokus pada kegiatan evakuasi korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo.

Uang Beredar saat Lebaran 2021 Melebihi 2020, Ternyata Ini Penyebabnya

Secara nasional uang beredar selama periode Lebaran menyentuh Rp154,5 triliun atau meningkat 41,5 persen.

Pantai Parangtritis Diserbu Wisatawan pada Libur Lebaran, Warga Luar DIY Ada?

Belasan ribu orang mengunjungi Pantai Parangtritis khususnya pada hari ketiga libur Lebaran.

Tradisi Kupatan di Solo Setelah Lebaran: Dari Ngaku Lepat hingga Laku Papat

Asal-usul kupat memang sudah sejak para zaman para Walisongo dan ada dua periodisasi yakni asal ketupat dan pelaksanaan penggunaan ketupat dalam tradisi.

Hari Ini Ada Lonjakan Pergerakan Masyarakat Kembali ke Jakarta

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan ada peningkatan pergerakan masyarakat kembali ke Jakarta pada Minggu (16/5/2021) ini.

Buntut Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Pecat Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika

Kementerian BUMN memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD) sebagai tindak lanjut atas kasus antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, beberapa waktu lalu.

Tragedi Kedungombo, Gubernur Ganjar: Pengelola Harus Tanggung Jawab, Kalau Perlu Izinnya Dicabut!

Ganjar meminta seluruh Bupati/Wali Kota tidak ragu menutup destinasi wisata yang tidak bisa dikontrol, baik sisi pengunjung maupun keselamatannya.

Terpaksa Berada dalam Kerumunan? Dokter Paru Sarankan Ini

Tak jarang kita terpaksa berada di kerumunan karena ada suatu urusan.

Satu Lagi Jenazah Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Kemusu Boyolali Ditemukan

Sementara itu jenazah enam korban perahu terbalik yang telah lebih dulu ditemukan diserahkan kepada pihak keluarga.