MPL Tak Percaya Klaim PT RUM Sukoharjo soal Bau Limbah Sudah Berkurang

MPL Tak Percaya Klaim PT RUM Sukoharjo soal Bau Limbah Sudah Berkurang

SOLOPOS.COM - Kepala DLH Sukoharjo, Djoko Sutarto (kanan), bersama dosen pascasarjana UNS Solo, Prabang Setyono, menunjukkan proses penanganan limbah di Pabrik PT RUM Sukoharjo, Senin (5/2/2018). (Solopos/dok)

Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) tak mempercayai klaim bahwa bau limbah dari PT RUM sudah berkurang.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) tak memercayai klaim PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo bahwa bau limbah dari pabrik mereka sudah berkurang banyak.

MPL mengatakan bau menyengat masih tercium sama sejak aksi damai 19 Januari lalu. Bau limbah bahkan dikabarkan menyebar sampai ke daerah Selogiri, Kabupaten Wonogiri, dan Boga, Kecamatan Bendosari.

“Pernyataan bau berkurang banyak itu tidak benar. Warga masih mencium bau menyengat sejak aksi damai lalu hingga sekarang. Bahkan bau sudah sampai Wonogiri dan Bendosari,” kata anggota MPL Sukoharjo, Ari Suwarno, Selasa (6/2/2018).

Ari yang juga Koordinator Forum Komunikasi Warga Desa Plesan, Gupit, Celep, Pengkol (PGCP), menjelaskan masih mendata warga yang sakit akibat bau limbah PT RUM. “Sampai saat ini warga sekitar masih mencium bau tidak sedap dari PT RUM. Sedangkan warga yang sakit diduga karena menghirup bau itu ada tiga orang, salah satunya anak berumur tiga bulan.”

Baca:

Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Diklaim Sudah Berkurang Banyak

Warga Terdampak Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Buka 2 Posko Pengaduan

Warga Ngunter Terdampak Bau Limbah PT RUM Mengadu ke Polda Jateng

Ari menambahkan PT RUM sudah menjenguk warga terdampak yang dirawat di rumah sakit. “Posko kami maksimalkan untuk mendata warga sakit dan peristiwa munculnya bau. Kami juga mendapatkan laporan dari warga luar Sukoharjo yang mencium bau itu.”

Hal sama disampaikan Sigit Nugroho, warga Gupit, Kecamatan Nguter. “Bau masih belum berubah. Untuk itu warga terdampak tidak hadir pada acara haul Lukminto, Minggu kemarin,” katanya.

Terkait bau yang melebar ke Wonogiri, dosen pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono, via pesan Whatsapp mengatakan segera menindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. Dia menjelaskan saat ini telah dibangun Waste Water Treatment Plant (WWTP) di area pabrik.

WWTP adalah fasilitas yang dirancang dan dioperasikan untuk menghapus polutan sebelum pemaiakan ke lingkungan. “Kemungkinannya kecil sampai situ [Wonogiri]. Radiusnya terlalu jauh dengan treatment yang telah dilakukan. Kemungkinan ada limbah industri jamu atau farmasi di Wonogiri.”

Sementara itu, warga Wonogiri, Nanik, mengeluhkan bau limbah sampai Klampisan, Selogiri dekat terminal lama Wonogiri. “Waduh bau limbah Si pabrik sampai Giri Asri lagi. Kalau limbah jamu air mancur baunya jamu bukan tidak enak seperti ini,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).