Petugas Satlantas Polres Wonogiri mengolah TKP di lokasi kecelakaan tunggal di jembatan Gedong-Sengon, Sengon, Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri, Senin (21/10/2019). (Istimewa-Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI --  Kecelakaan tunggal terjadi di jembatan Gedong, perbatasan Ngadirojo-Nguntoronadi, tepatnya di Sengon, Ngadiroyo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (21/10/2019) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Satu orang meninggal dan dua orang lainnya terluka akibat kecelakaan tersebut. Para korban merupakan satu keluarga warga Tempel RT 003/RW 010, Nawangan Pacitan, Jawa Timur, yang terdiri atas pasangan suami istri (pasutri) dan anak mereka yang berusia dua tahun.

Tajan merupakan seorang ustaz di sebuah pondok pesantren di Nawangan, Pacitan.

Wartawan Solopos, Rudi Hartono, melaporkan berdasarkan keterangan yang dihimpun dari kepolisian, korban meninggal dunia di lokasi kejadian bernama Tajan, 45. Istrinya, Sutini, 26, mengalami luka dan giginya tanggal, sedangkan sang anak, Abdullah M. Uzai, 2, mengalami luka di bagian kepala dan tidak sadarkan diri.

Kecelakaan maut itu bermula saat ketiganya berboncengan menaiki sepeda motor Yamaha Vega AD 3641 QR dari rumah orang tua Sutini di Watugede RT 001/RW 009, Hargosari, Tirtomoyo, Wonogiri, menuju ke RS Astrini di Wonogiri Kota.

Saat melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai Tajan diduga menabrak beton tepi jembatan. Akibatnya, ketiganya nyemplung ke bawah jembatan yang terdapat Sungai Keduang namun dalam kondisi kering.

Tajan mengalami luka parah akibat jatuh di beton jembatan hingga meninggal dunia. Sementara itu, anak dan istrinya jatuh di tanah sehingga nyawa mereka terselamatkan.

Setelah motor korban terjatuh, ada pengendara di belakangnya menabrak motor korban tapi pengendaranya selamat.

Jenazah Tajan selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RS Medika Mulya Wonogiri sedangkan Sutini dan Abdullah dilarikan ke RSUD Wonogiri.

Sukarelawan PMI Nguntoronadi, Parimin, 55, yang turut mengevakuasi korban saat dijumpai di UGD RSUD Wonogiri menyatakan para korban jatuh di kedalaman sekitar 5 meter dari jembatan.

Sementara itu, kerabat Sutini, Sutarno, 55 dan Juwali, 45, menerangkan Tajan dan anak istrinya berkendara ke Wonogiri Kota hendak mengambil obat bagi Abdullah. Korban Tajan setahun terakhir rutin mengambil obat ke RS Atrini di Wonogiri Kota untuk sang anak yang menderita sakit paru-paru.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten