Petugas memeriksa 267 motor dinas Yamaha N-Max di halaman kantor BKD Boyolali, Senin (27/1/2020) siang. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI -- Kendaraan dinas baru berupa sepeda motor Yamaha N-Max akan dibagikan kepada 261 kepala desa (kades) dan enam lurah se-Boyolali, Selasa (28/1/2020).

Sebelum mengambil motor dinas itu, pada kades dan lurah diwanti-wanti agar tidak melakukan konvoi di jalanan yang bisa mengganggu ketertiban berlalu lintas. Jika ada lurah/kades yang terbukti menggunakan kendaraan baru itu untuk berkonvoi, mereka bakal ditindak tegas.

Pantauan Solopos.com, 267 unit Yamaha N-Max berwarna merah marun itu tiba di halaman kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Senin (27/1/2020) pagi. Kendaraan itu diangkut tiga unit truk.

Pemkab Boyolali memastikan kendaraan itu bisa langsung digunakan untuk keperluan operasional kepala desa dan lurah. “Semua surat sudah diurus atas nama pemerintah desa, pelat nomor juga sudah terbit,” tutur Sekretaris BKD, Sri Mulyanto, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Petugas diler juga didatangkan untuk memastikan kelengkapan sepeda motor seperti nomor rangka (noka) dan nomor mesin (nosin). Penyerahan motor kepada kades/lurah rencananya didahului seremonial yang dihadiri Bupati Boyolali Seno Samodro dan Ketua DPRD Boyolali S. Paryanto.

Catat! Jadwal Pemadaman Listrik di Solo, Sragen, dan Sukoharjo, Selasa (28/1/2020)

Terkait motor dinas sebelumnya yakni Suzuki Shooter berkapasitas 113 cc keluaran 2013, Sri mengatakan motor itu akan tetap menjadi inventaris desa masing-masing dan bisa digunakan untuk operasional. Dengan demikian nantinya tiap desa akan memiliki dua kendaraan dinas.

Sementara itu, Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto, menyebutkan kades dan lurah dijadwalkan hadir sejak pagi untuk mengurus administrasi. Setelahnya motor dinas baru bisa diambil dan langsung dibawa pulang ke wilayah masing-masing. “Kades atau Kaur sudah diminta membawa stempel dinas,” imbuh Paryanto.

Dia kembali menegaskan setelah motor diambil, kades bisa langsung kembali ke wilayah masing-masing. “Pakai motor baru tidak usahlah sengaja melewati jalan memutar,” imbuh Paryanto.

Terkait kemungkinan konvoi yang dilakukan kades dengan motor baru, warga dipersilakan untuk ikut mengawasi sehingga nantinya jika Pemkab menerima laporan penyalahgunaan motor, kades bersangkutan bisa ditindak.

Sanksi yang diberikan tergantung pelanggaran yang dilakukan. “Kita lihat dulu apakah harus diberi sanksi administrasi atau sanksi yang lain,” imbuh Paryanto.

Dihajar Massa Karena Tepergok Culik Anak dan Rampas Motor di Solo, Pria Ini Ternyata...

Sebagai informasi, 267 unit motor Yamaha N-Max dibeli dengan dana APBD 2020 sejumlah lebih dari Rp7 miliar. Tiap unit motor ditaksir seharga Rp27,5 juta. Diharapkan motor baru itu bisa meningkatkan kinerja kades dan perangkat desa dalam melayani masyarakat.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten