Motor di Solo Utara Terendam Cuma Terlihat Setang
Lingkungan perumahan yang tergenang air di Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo, Senin (14/1/2019). (Solopos-Ratih Kartika)

Solopos.com, SOLO—Kawasan yang tergenang di antaranya di Jl. Ahmad Yani, Jl. Kapten Pierre Tendean, di sudut SPBU Manahan, dan di sekitar Kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo. Genangan di ruas jalan membuat kendaraan yang melintas terpaksa melambat.

Berdasarkan pantauan Espos, genangan atau banjir di Jl. Ahmad Yani sedalam 10 cm sampai 30 cm. Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menembus genangan sementara lainnya meminggir menunggu hujan reda. Warga RT 002/RW 001 Kampung Sambirejo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Bowo, mengaku air hampir masuk rumahnya saat hujan deras turun pukul 13.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Rumah saya kebetulan aman, tapi yang sekitar Kantor Kelurahan Kadipiro itu tinggi sampai ke teras. Enggak begitu lama, sekitar satu jam sudah surut. Lokasi tersebut langganan [genangan] saat hujan deras, di belakang Kampus Unisri, dan Jl. Pierre Tendean juga,” kata Bowo saat dihubungi Solopos.com, Senin sore.

Hal senada juga disampaikan Hariyanto, warga Dukuhan Nayu, Kelurahan Kadipiro, Solo. Ia yang siang itu melintas di Jl. Sumpah Pemuda melihat gang-gang di sekitar Kampus Unisri tidak bisa dilalui kendaraan. “Sepeda motor yang parkir itu hanya tampak setang dan jok. Jadi airnya sampai 50 cm. Sempat terjadi perlambatan,” ucap Hariyanto.

Dimintai konfirmasi, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Sihono, mengakui hujan deras di awal musim penghujan membuatnya panen laporan genangan. Hal itu disebabkan karena inlet (lubang masuk) pada saluran drainase tak berfungsi optimal. Hujan dengan volume tinggi meski singkat memunculkan genangan dan itu tidak bisa dihindari.

Inlet ini perlu pengerukan, begitu pula dengan drainase. Kami akan mengecek laporan-laporan tersebut agar segera ditindaklanjuti,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin.

Secara spesifik, Sihono menyebut drainase di Jl. Ahmad Yani sisi utara memang perlu dinormalkan. Sementara genangan di Jl. Pierre Tendean disebabkan lokasi itu berada di daerah cekungan. “Sodetan Kali Nayu tahap kedua belum terhubung sempurna sehingga air yang melimpah mengalir ke titik itu [Jl. Pierre Tendean],” imbuh Sihono.

Anggaran untuk pembangunan, perbaikan, dan peningkatan kapasitas saluran air pada tahun ini senilai Rp28,7 miliar.

 

Avatar
Editor:
Syifaul


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom