MOTOGP DI INDONESIA : Terkait Batalanya Motogp di Indonesia, Begini Komentar Pihak Sentul
Jorge Lorenzo di Sirkuit Sentul (Okezone)

Motogp di Indonesia musim 2017 batal digelar.

Solopos.com, JAKARTA – Dorna membatalkan rencana penyelenggaraan Motogp 2017 di Indonesia. Operator Motogp itu menilai Sirkuit Sentul yang hendak dijadikan venue dinilai belum sesuai standar FIM Homologation.

Melalui surat yang ditujukan kepada Menpora, Dorna menyampaikan hal tersebut. Dalam surat itu, CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, menyatakan Sirkuit Sentul saat ini belum menggunakan standard FIM Homologation. Mereka juga menyatakan telah berulang kali meminta Sentul untuk mengirim master plan termasuk modifikasi sirkuit yang telah dilakukan --berikut pula area di luar sirkuitnya.

Dorna mengumukan pembalatan itu melalui surat resmi yang ditujukan kepada Menpora Imam Nahrawi. Surat yang beratasnamakan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, itu menyebut Sirkuit Sentul belum sesuai dengan standar. Selain itu, master plan yang diminta Dorna juga tak kunjung dikirim sehingga mereka memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Motogp di Indonesia musim 2017.

Terkait surat dari Dorna tersebut, advisor Sirkuit Sentul, Irawan Sucahyono, mengakui jika pihaknya memang belum memberikan master plan. Dia pun memiliki beberapa alasan terkait hal itu. Akan tetapi setelah Dorna membuat keputusan, pihaknya pun hanya menunggu respon dari pemerintah.

"Master plan atau rencana penyelenggaraannya memang belum kami sampaikan ke Dorna karena kami tidak ingin mendahului petunjuk dari pemerintah. Pemerintah baru memastikan soal penunjukan itu pada saat 30 Juni lalu melalui surat yang dikirimkan kepada Dorna Sport. Jadi wajar saja kami belum ada master plan yang diberikan ke Dorna," kata Irawan.

"Itu cukup wajar. Mereka menjawab apa adanya, kalau 2017 tidak bisa, ya, wajar karena mungkin menurut mereka mepet untuk persiapannya," ujarnya.

"Kami tidak masalah jika Sentul tidak jadi menggelar Motogp di tahun 2017 karena dari awal Sentul tidak memasang deadline untuk penyelenggaraan harus 2017. Makanya sekarang tergantung dari pemerintah mau bagaimana. Sentul saat ini menunggu petunjuk dari pemerintah seperti apa," lanjut Irawan.

Irawan menambahkan, meski pihaknya tidak mempersoalkan waktu penyelenggaraan, PT Sentul akan melakukan korespondensi dengan Dorna untuk melobi agar penyelenggaran MotoGP 2017 di Sentul tetap terlaksana.

"Sentul bakal mengejar dan ngotot lah. Tetapi sekarang ini leadernya ada di Kemenpora jadi kami tunggu petunjuk pak Menteri dulu. Kemarin kan Pak Menpora sudah menentukan sentul 2017-2019 dan palembang 2018-2020. Tapi intinya yang diminta Dorna sesuatu yang realistis. Bagi Sentul sih gampang, sirkuit ada, tinggal renovasi. Renovasi juga gampang karena sudah komunikasi dengan Hermann Tilke, jadi tinggal tunggu konfirmasi dari Homologasi FIM saja."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom