MOTOGP DI INDONESIA : 3 Hal yang Mendesak Dituntaskan Demi Motogp di Indonesia
Jorge Lorenzo di Sirkuit Sentul (Okezone)

Motogp di Indonesia diharapkan bisa terealisasi pada musim 2017 mendatang.

Solopos.com, JAKARTA – Rencana menggelar Motogp di Indonesia memang terus bergulir. Bahkan promotor Motogp, Dorna, sudah berkunjung ke Indonesia untuk menemui Kemenpora dan membahas hal tersebut, Rabu (21/10/2015).

Juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewabroto, mengatakan terdapat dua syarat utama agar Indonesia mendapat garansi penyelenggaraan Motogp pada 2017 mendatang. Selain itu masih ada satu syarat tambahan yang bisa mendukung pelaksanaan Motogp di Tanah Air.

"Yang dibutuhkan itu ada tiga hal. Soal kontrak itu bisa ditunda hingga awal tahun depan. Tapi yang esensial dibutuhkan itu sekarang itu LoI [Letter of Intention] dan Masterplan," kata Gatot seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (22/10/2015).

Gatot menambahkan kedua syarat itu sedang menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Pasalnya, pihak Dorna bakal melakukan rapat dengan pihak Federasi Olahraga Otomotif Internasional (FIM) soal kalender balap Motogp 2017. Nah, syarat itu berguna agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih baik ketimbang negara lain yang juga berminat untuk menggelar Motogp di musim 2017.

Selain Indonesia, ada beberapa negara seperti Kazakhstan dan Thailand yang juga berminat menyelenggarakan Motogp 2017. "Dorna meminta agar kepastian dari pemerintah, dalam bentuk LoI dan Masterplan. Tanpa itu tidak tertutup kemungkinan indonesia tidak akan menjadi tuan rumah Motogp 2017," lanjutnya.

Selain kedua syarat itu, Kemenpora saat ini juga sedang mengejar adanya Keputusan Presiden (Keppres) sebagai payung hukum penyelenggaraan Motogp di Indonesia. Keppres berguna agar para pelaku usaha bisa membantu pendanaan kejuaraan tersebut.

"Dengan keluar Keppres diharapkan ada tambahan dana dari dunia usaha karena dunia usaha kan butuh kepastian hukum," papar Gatot.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom