MOTOGP 2015 : Kontrol Traksi Jadi Andalan Suzuki
Pembalap Suzuki sedang melaju dengan kendaraan terbaru yang akan bersaing di MotoGP 2015 ini. Ist/dok

MotoGP 2015 dua pekan lagi akan bergulir. Tim Suzuki yang akan mulai terjun lagi di balapan kuda besi ini, mengandalkan control traksi.

Solopos.com, BARCELONA—Suzuki tak sabar untuk kembali memulai petualangan barunya di ajang MotoGP musim ini. Tim pabrikan Jepang ini mengaku siap bersaing dengan tim lainnya. Optimisme tinggi diusung dua pembalapnya, Aleix Espargaro dan Maverick Vinales, dengan menggunakan sistem kontrol traksi sebagai senjata andalan.

Tes pramusim dua kali MotoGP sudah dilaksanakan. Selama itu Suzuki mencatatkan berbagai kemajuan. Pada dua kali tes tersebut sasis motor anyar GSXR-R menuai pujian para pembalapnya. Begitu pula dengan perkembangan peranti elektronik yang dipakai Suzuki.

Kini mereka tengah mempersiapkan diri untuk uji coba terakhir di Sirkuit Barcelona, Catalunya, Spanyol, pada Jumat-Minggu (13-15/3). Setelah itu mereka siap terjun di seri pertama GP Qatar, Minggu (29/3), yang bakal menjadi penampilan perdana Suzuki sejak hengkang dari kejuaraan ini musim 2011 lalu.

“Saya senang semuanya memperoleh kemajuan. Kuncinya adalah perubahan pada kontrol traksi. Selain itu, motor juga memberikan respons dengan baik, terutama saat kondisi tertentu. Sebelumnya kami memiliki masalah serius dengan pergerakan motor,” ujar Aleix, dilansir Motorcyclenews, Senin (9/3).

Sementara itu, rekannya, Vinales tak sabar memulai musim debutnya sebagai pembalap MotoGP. Meski masih mengalami sejumlah kendala, hasil tes rider anyar Suzuki ini lumayan. Dalam tes terakhir di Sepang lalu, pembalap muda jebolan Moto2 ini hanya selisih 0,4 detik dari Aleix yang sudah berpengalaman di kelas balap premier ini.

“Saya senang karena sudah mulai menemukan ritme balapan ini. Hal ini sungguh berbeda dengan kelas Moto2. Di kelas ini anda harus beradaptasi dengan ban baru sampai beberapa seri, tapi di MotoGP Bridgestone bekerja berbeda,” kata Vinales, dilansir Speed Week.

Menurutnya, pengalaman menaiki motor kelas MotoGP jelas tak terlupakan. Pembalap dipaksa membalap supercepat, jika tidak maka mereka akan kehilangan waktu hingga setengah detik. Di sisi lain kontrol traksi membikin kerja motornya lebih baik.

“Saya ingin memastikan semua berjalan dengan baik. Aleix memang berada jauh di depan saya. Saya senang bisa beradaptasi dengan baik soal mesin dan kecepatan,” jelas dia. (Farida Trisnaningtyas/JIBI)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom