MOTOGP 2015 : Arm Pump Jadi Musuh Bersama Pembalap

MotoGP 2015 membawa sejumlah pembalap mengalami cedera.
Arm pump adalah yang menjadi musuh bersama pembalap

Solopos.com, ARAGON— Cedera arm pump memang kerap menyerang para pembalap karena mereka karena harus menahan berat motor balap atau sewaktu mengerem pada kecepatan tinggi.

Sindrom yang menyebabkan lengan kehilangan tenaga dan mati rasa ini sangat mengganggu para pembalap. Tak jarang cedera ini membikin para rider gagal tampil impresif.

Di musim ini setidaknya sudah ada tiga pembalap MotoGP yang kesulitan karena mengalami cedera ini. Mereka adalah pembalap Honda, Dani Pedrosa, Pol Espargaro (Tech 3 Yamaha), dan Hector Barbera (Avintia Racing). Bahkan, ketiga pembalap harus naik meja operasi demi mengatasi cedera tersebut.

Pedrosa melakukan operasi arm pump pada lengan kanan setelah finis keenam di seri perdana GP Qatar, Maret lalu. Itu adalah operasi arm pump ketiga yang dilakoni Pedrosa setelah musim 2004 dan 2014. Buntut tindakan medis ini membikin rekan Marc Marquez tersebut absen selama tiga seri, yakni GP Amerika Serikat, Argentina, dan Spanyol.

Sedangkan bagi Espargaro itu adalah kali pertama ia menjalani operasi sakit serupa pada lengan kanan. Adik kandung pembalap Suzuki, Aleix Espargaro, itu melakoninya setelah GP Prancis, 17 Mei lalu. Sementara Héctor Barbera memutuskan tindakan medis yang sama selepas GP Italia, 31 Mei lalu.

Namun demikian, tak semua pembalap menderita seperti ini hingga merasakan lengan mereka nyeri hingga mati rasa. Salah satunya adalah juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi, yang mengaku tak punya masalah serius sepanjang berkarier di dunia balap selama 20 tahun.

“Arm pump itu merupakan masalah teknis yang menumpuk. Dalam beberapa musim terakhir beban soal pengereman memang bertambah. Tapi, ban depan balap sekarang luar biasa. Itu bisa membantu Anda soal teknik pengereman yang memang mungkin memaksa kerja lengan Anda lebih keras,” papar Rossi, dilansir Speed Week, Senin (22/6/2015).

Marquez juga mengamini kinerja lengan yang kian berat dengan motor balap nan canggih saat ini. Terlebih kuda besi modern sekarang menuntut kelihaian para pembalap. Salah satunya, yakni kemampuan mengerem secara cepat dan tepat. Juara dunia 2014 ini beruntung selama 2,5 musim i MotoGP ia belum pernah terganggu oleh cedera arm pump seperti Pedrosa.
“Anda juga harus menekan sepanjang balapan. Baik itu dari tikungan pertama hingga terakhir,” jelasnya. (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)

Marquez sedang menggeber motor balapnya.

Marquez sedang menggeber motor balapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom