Motivasi Pemain Persis Solo Perlu Dijaga di Tengah Ketidakpastian Liga
Sejumlah pemain Persis Solo mengikuti latihan ringan di Lapangan Desa Mayang, Gatak, Sukoharjo, Jumat (25/9/2020) sore. Ada delapan pemain yang sudah berkumpul untuk latihan. (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SUKOHARJO — Persis Solo tak begitu puas dengan hasil rapat luar biasa antara pemilik klub, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Jogja, Selasa (13/10/2020) malam.

Meski 24 klub Liga 2 termasuk Persis sepakat melanjutkan kompetisi pada 7 November, belum ada jaminan liga bakal digelar menyusul kepolisian yang masih enggan memberikan izin keramaian.

Ketidakpastian kompetisi yang berkepanjangan berpotensi membuat mental pemain anjlok. Selain manajemen klub, pemain memang paling terdampak penundaan kompetisi lantaran kontrak mereka menjadi serba tidak jelas.

Target PTSL 2020 Boyolali Sebanyak 10.000 Bidang Tanah Tercapai

Sejumlah klub termasuk Persis terpaksa menunda finalisasi renegosiasi kontrak karena menunggu kepastian kompetisi. Padahal mereka masih dituntut berlatih rutin untuk persiapan liga.

Pelatih Persis, Salahudin, tak menampik kondisi belakangan kurang kondusif untuk persiapan tim. Pihaknya mengambil sejumlah langkah seperti mengurangi porsi latihan dari sehari dua kali (pagi-sore) menjadi hanya sekali (pagi) demi menjaga mental pemain. Pendekatan personal pun dilakukan pada pemain yang mentalnya mulai kendor.

“Jujur motivasi pemain agak menurun. Namun selalu tekankan pada mereka agar tetap fokus dan melihat sisi positif dari setiap masalah. Pasti ada jalan,” ujar Salahudin kepada Solopos.com seusai memimpin latihan di Lapangan Klumprit, Mojolaban, Rabu (14/10/2020).

Tak Sia-Sia

Salahudin berharap kick off 7 November benar-benar terealisasi sehingga persiapan yang dilakukan Persis sejak akhir tahun lalu tak sia-sia. Salahudin kini tengah merancang program latihan baru apabila kompetisi jadi digelar awal November.

“Program latihan jelas berubah [jika liga mulai 7 November]. Dengan sisa waktu persiapan hampir tiga pekan, kami bisa lebih fokus mengembangkan fisik dan taktik.”

Mobil Rombongan Wisata asal Nguter Sukoharjo Kecelakaan di Jatoyoso, 1 Meninggal Dunia

Manajer Persis, Hari Purnomo, menilai hasil rapat luar biasa di Jogja pada Selasa belum memberi kepastian apapun pada tim. Hari mengakui buramnya kompetisi Liga 2 musim ini sangat berdampak pada manajemen, pemain hingga ofisial tim Persis Solo. Namun pihaknya berkomitmen semaksimal mungkin menjaga moral pemain sembari menunggu kejelasan kompetisi.

“Saya sudah diwanti-wanti CEO [Azmy Alqamar] agar membuat pemain tetap senang dan enjoy. Saya sendiri berulangkali melakukan pendekatan pada pemain, mulai dari chat Whatsapp sampai mengajak makan. Pemain sudah saya anggap keluarga,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom