MOTIVASI BISNIS : Naluri Bisnis Harus Mampu Lihat Peluang

MOTIVASI BISNIS : Naluri Bisnis Harus Mampu Lihat Peluang

SOLOPOS.COM - Motivator James Gwee saat mengisi seminar bertajuk Overtake At The Curve dalam Penganugerahan brand terbaik bertajuk Solo Best Brand Index (SBBI) – Jogja Best Brand Index (JBBI) 2015 di Ruby Convention Hall, Best Western Hotel, Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (7/5/2015). (JIBI/Solopos/Reza Fitriyanto)

Motivasi bisnis dari James Gwee menyebutkan seorang pebisnis harus bisa melihat peluang.

Solopos.com, SUKOHARJO—Naluri seorang pebisnis harus mampu melihat celah untuk dijadikan peluang yang menguntungkan. Jangan sampai pebisnis cepat puas dan terlena dengan kesuksesan yang selama ini dicapai.

Hal itu disampaikan James Gwee kepada solopos.com seusai menjadi pemateri motivasi bisnis dalam penganugerahan penghargaan Solo Best Brand Index (SBBI) dan Jogja Best Brand Index (JBBI) di ruby convention Best Western Premier Hotel, Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (7/5/2015).

Menurutnya, dalam dunia bisnis pasti ada ancaman dan peluang. Pelaku bisnis pun tak akan pernah tahu kapan kedua hal tersebut akan datang dan mengancam usaha mereka. “Tetapi, yang namanya pengusaha harus memiliki naluri untuk melihat peluang. Kalau sudah mentok itu namanya bukan pengusaha,” ujarnya kepada solopos.com, Kamis.

James menuturkan ancaman datang saat pelaku bisnis terlena. Tak heran bisnis seseorang hancur akibat kelalaian dan tidak pernah mengoreksi diri sendiri.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika pelaku bisnis melakukan riset terhadap diri sendiri dan kompetitornya. “Tetapi jangan ditiru harga maupun produknya, melainkan tiru prosesnya,” katanya.

Sementara, kepada seratusan peserta yang hadir, James sempat memberikan contoh mencari peluang bisnis melalui pembalap. Membalap di jalan yang lurus sudah menjadi hal yang biasa. Namun, membalap pada tikungan adalah hal sangat sulit.

“Kalau lurus menyalip, itu enggak usah memakai keterampilan tinggal tancap gas tergantung kekuatan mesin. Tetapi, membalap di tikungan itu paling seru. Sebab, sekencang apapun mesti di tikungan harus slow down. Itu tergantung nyali, karena banyak risikonya,” tandasnya.

Menurutnya, pebisnis harus mampu memanfaatkan celah dengan risiko apapun untuk mendapatkan peluang. Hal itu bisa menjadi kunci kesuksesan seseorang.

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.