Monumen Reog Ponorogo Dibangun di Bukit Gamping Sampung, Segini Anggarannya

Monumen Reog Ponorogo bakal dibangun di atas bukit gamping yang ada di Kecamatan Sampung.

 Desain Monumen Reog Ponorogo. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Desain Monumen Reog Ponorogo. (Istimewa)

Solopos.com, PONOROGO — Pemerintah Kabupaten Ponorogo bakal membangun Monumen Reog. Bangunan yang digadang-gadang memiliki ketinggian 126 meter dan bakal mengalahkan ketinggian patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali itu akan dibangun di Kecamatan Sampung.

Monumen Reog Ponorogo (MRP) bakal dibangun di perbukitan gamping yang ada di Kecamatan Sampung, Ponorogo. Tempat tersebut sebelumnya merupakan daerah tambang gamping atau batu kapur. Pengelolaan pertambangan batu gamping itu dikelola Perusahaan Daerah (PD) Sari Gunung.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Sampung merupakan kecamatan paling barat yang ada di Ponorogo. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Sedangkan di sisi utara, kecamatan ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Magetan.

Sampung merupakan tempat kelahiran Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Monumen Reog ini merupakan gagasan Sugiri saat terpilih menjadi Bupati Ponorogo.

Baca Juga: Menang Sayembara Desain Monumen Reog Ponorogo, Tim dari Bali dapat Rp100 Juta

Rencananya di kawasan Monumen Reog tersebut nantinya juga dibangun museum peradaban. Museum ini berisi tentang sejarah peradaban Ponorogo seperti sejarah reog, Tegalsari, dan lainnya.

Dikutip dari ponorogo.go.id, Pemkab Ponorogo akan menyiapkan anggaran senilai Rp90 miliar dengan waktu pengerjaan selama tiga tahun untuk mewujudkan monumen dan museum lengkap dengan pernak-perniknya di bukit kapur Sampung itu.

Dalam pembangunan MRP itu, Pemkab Ponorogo juga telah menggelar sayembara desain MRP. Dari sayembara itu terpilih rancangan desain yang dianggap terbaik yaitu desain tim dari Bali dengan mengangkat judul Taman Ragam Selaras.

Baca Juga: Misi Kebudayaan, Reog Ponorogo Sukses Pukau Penonton di Empat Negara Eropa

Dalam dokumen yang diterima Solopos.com, karya Taman Ragam Selaras ini memperlihatkan desain monumen reog itu terdapat patung reog ketika sedang menari. Gerakan tari ini dicapture pada patung dengan membuat struktur dasar patung berkelok, menekuk ke belakang di bagian atas, dan menekuk ke depan di bagian bawah (seolah membentuk huruf S). Dengan ini, patung menjadi lebih dinamis dan tetap memenuhi persyaratan ukuran dan kekuatan struktur yang telah ditentukan.
Patung ini sepenuhnya menggunakan struktur baja dengan penutup tembaga. Sedangkan podium difungsikan sebagai lobby, museum, wisma seniman, dek observasi.

Tampilan fasad podium ini dibuat agar menampilkan kesan kokoh, namun tidak kaku. Fasad menggunakan material beton dengan perpaduan elemen kaca pada area yang merupakan wisma seniman dan pada bagian atas pintu masuk terdapat green roof yang dapat diakses melalui lantai-lantai tertentu sebagai dek observasi dan ruang komunal.

Baca Juga: Bentrokan Antar Perguruan Silat di Kediri, 15 Pesilat Ditetapkan Jadi Tersangka

Fasade podium dan patung dirancang agar menampilkan kesan yang timeless. Dengan perpaduan unsur horizontal dan vertikal yang harmonis dengan beberapa aksen untuk memberikan local point yang menarik.

Dalam desain ini, MRP akan dirancang dengan konsep bangunan mengadopsi prinsip-prinsip arsitektur vernakular khususnya Jawa yang diterjemahkan ke dalam tata bangunan yang tidak masif, tersebar tapi tertata, memiliki atap dengan overstek lebar, adanya ruang seni dengan bukaan untuk ventilasi silang dan pencahayaan alami yang optimal.

Untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, kawasan ini dilengkapi dengan bioswale yang berfungsi sebagai daerah resapan air hujan. Hal ini akan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan kawasan konservasi air.

Untuk mewujudkan kawasan ini tentu dibutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Sehingga pembangunan monumen ini dilakukan bertahap. Terdapat empat tahapan pembangunan berdasarkan pertimbangan skala prioritas untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pacitan: Wilayah Rawan Gempa Bumi Darat, Laut dan Tsunami

      Pacitan merupakan daerah yang berpotensi terkena ancaman gempa bumi, baik yang berpusat di laut (zona subduksi) maupun di darat berupa sesar aktif.

      Berikut Daftar Besaran UMK Jatim 2023 di 38 Kabupaten/Kota, Tertinggi Surabaya

      Berikut daftar Upah Minimim Kabupaten/Kota atau UMK 2023 pada 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur atau Jatim.

      Kisah Bathara Katong, Putra Raja Majapahit yang Mendirikan Ponorogo

      Cerita Bathara Katong merupakan bagian dari upaya penyebaran agama Islam pada masa kerajaan Majapahit.

      Pernah Hancur Kena Erupsi Semeru, Begini Kondisi Jembatan Gladak Perak Saat Ini

      Pembangunan Jembatan Gladak Perak saat ini terancam molor menyusul erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022).

      98 Kali Gempa Susulan Goyang Jember, BPBD: Tidak Ada Kerusakan Signifikan

      BMKG menyebut telah terjadi 98 kali gempa susulan pasca-terjadinya gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 di selatan Jember.

      Dalam Sehari, 40 Rentetan Gempa Susulan Goyang Jember

      Rentetan gempa susulan menggoyang Jember pasca-terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2.

      Gawat! Warga Satu Dusun di Lumajang Terisolasi akibat Lahar Dingin Semeru

      Warga satu dusun di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), dilaporkan terisolasi akibat akses jembatan di wilayahnya terdampak lahar dingin Gunung Semeru.

      Gempa M 6,2 Guncang Jember dan Malang, BPBD: Tidak Ada Kerusakan

      Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 di Jember turut dirasakan masyarakat di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim).

      Selain Kuliner Khas, Ponorogo Punya Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba

      Ada tiga kuliner legendaris di Ponorogo yang patut dicoba.

      Banyak yang Kirim Makanan, Pengungsi Semeru Butuh Selimut & Tikar

      Warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang berada di pengungsian membutuhkan selimut dan alas atau tikar untuk tidur.

      Deretan Kecelakaan Maut di Sarangan, Nomor 5 Paling Banyak Korban Jiwa

      Berikut deretan kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa atau kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan-Tawangmangu, Kelurahan Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim).

      Legenda 2 Naga Raksasa di Balik Asal-Usul Telaga Sarangan

      Ada kisah legenda dua naga raksasa di balik asal-usul Telaga Sarangan di Magetan, Jawa Timur.

      Segini Luas dan Kedalaman Telaga Sarangan

      Berikut luas dan kedalaman Telaga Sarangan yang terletak di lerengan Gunung Lawu, tepatnya Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim).

      Harta Karun Pasir Besi Lumajang dari Gunung Semeru

      Erupsi Gunung Semeru menyisakan harta karun berupa pasir besi yang melimpah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

      Cat Rescuer Kirim 6.000 Masker untuk Korban Erupsi Semeru

      Komunitas penyelamat kucing atau cat rescuer dari berbagai daerah menggalang masker untuk korban erupsi Gunung Semeru.