Dirjen Informasi Komunikasi Publik Prof. Dr. Widodo Muktiyo. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — Monumen Pers Nasional kini telah terlahir kembali menjadi museum modern dengan memanfaatkan teknologi sebagai media informasi. Monumen Pers Nasional yang dahulunya gelap dan serba kuno kini menjadi serba digital seperti audio visual hingga teknologi tiga dimensi.

Setiap bagian ruang pamer dikemas dengan konsep kekinian seperti layaknya museum-museum baru yang kini banyak diburu wisatawan. “Monumen Pers Nasional bisa berfungsi sebagai tempat kunjungan berbasis rekreasi," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Prof. Widodo Muktiyo, saat ditemui Solopos.com di Monumen Pers Nasional, Jl. Gajah Mada, Banjarsari, Kota Solo, Jumat (14/2/2020).

Balik ke Stadion Manahan, Ini Foto-Foto Latihan Persis Solo

"Pendekatan kami berbasis pendekatan kekinian dengan cara menyajikan museum secara kekinian agar bisa digunakan seperti berswafoto. Monumen Pers Nasional merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus dilihat generasi milenial,” imbuhnya.

Ia menambahkan untuk menarik generasi milenial datang, ia akan memanfaatkan media sosial untuk turut menyosialisasikan Monumen Pers Nasional. Bahkan, lelaki yang hobi bermain tenis meja itu telah memulai gerakan Government Public Relations yakni gerakan yang mewajibkan pegawai Monumen Pers Nasional untuk menjalankan fungsi-fungsi humasan pemerintah secara mandiri melalui media sosial pribadi miliknya.

Pemkab Klaten Berencana Menata PKL di Alun-Alun Klaten

Menurutnya, sebagai reward pegawai IKP Kemkominfo yang aktif menginformasikan berbagai kegiatan positif, memiliki minimal tiga media sosial, dan mempunyai minimal 500 pengikut akan diberi pin berwarna emas bertuliskan government public relations.

“Tren media sosial saat ini kan sangat pesat kami sebagai humas pemerintah tidak mau ketinggalan dalam memberi informasi capaian dan proses kerja pemerintah,” imbuhnya.

Hari Ini 6 Tahun Lalu, Ini Foto-Foto Solo Berselimut Abu Gunung Kelud

Ia menambahkan saat ini telah 25 persen dari 350an pegawai IKP Kemkominfo telah memperoleh pin itu. Meskipun baru dua bulan, Prof. Widodo merencanakan hal serupa kepada seluruh jajaran humas pemerintah di provinsi hingga tingkat kota.

Ia juga meminta para pegawai untuk selalu tersenyum dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, Monumen Pers Nasional dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berekreasi sekaligus belajar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten