Tutup Iklan

Montir Berusia 65 Tahun di Sukoharjo Rakit Pesawat Terbang Rakitan dari Rongsokan

Montir Berusia 65 Tahun di Sukoharjo Rakit Pesawat Terbang Rakitan dari Rongsokan

SOLOPOS.COM - Pesawat terbang dari barang rongsok yang dibuat Texswan Purbobusono, warga Dusun Tempel, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Seorang montir berusia 65 tahun di Sukoharjo membuat pesawat rakitan dari barang rongsokan.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan pesawat terbang terparkir di garasi rumah di Dusun Tempel, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (6/2/2018). Terdapat baling-baling udara di ujung bodi pesawat terbang yang berfungsi mengonversi putaran menjadi kekuatan pendorong.

Di tengah bodi pesawat, ada tulisan warna hitam berbunyi “Uji Mesin Pendorong”. Pesawat terbang rakitan itu tak utuh lantaran belum ada sayap di kedua sisinya. Bodi pesawat terbang itu dibuat Texswan Purbobusono, 65, yang sehari-hari bekerja sebagai montir bengkel mobil dan freelance reparasi barang-barang elektronik.

Berbekal keterampilan dan keahlian di bidang otomotif, ia merakit bodi pesawat terbang. “Ada empat bagian pesawat terbang yakni badan pesawat [fuselage], sayap [wing], belakang pesawat [empennage] serta roda pendarat. Hanya sayap pesawat yang belum saya buat lantaran terkendala dana,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Selasa.

Pria yang akrab disapa Leo ini mengungkapkan pesawat terbang itu beratnya tak lebih dari 100 kilogram (kg) dengan panjang sekitar lima meter. Leo merakit beberapa bagian pesawat sejak dua tahun lalu. Sebagian besar badan pesawat terbuat dari aluminium bekas dari salah satu kantor instansi pemerintah di Kota Solo.

Menariknya, mayoritas bahan rakitan badan pesawat merupakan barang bekas atau rongsok. “Saya sering membeli spare part sepeda motor di Pasar Silir, Solo. Harganya lebih murah dibanding membeli di toko onderdil sepeda motor. Uang pribadi yang digunakan untuk merakit pesawat terbang Rp22 juta,” ujar Leo.

Leo terobsesi membikin pesawat terbang lantaran bermimpi melihat wilayah Soloraya dari langit. Dia belajar merakit pesawat terbang secara autodidak. Proses perakitan badan pesawat terbang tak dilakukan saban hari.

Leo harus merampungkan pekerjaan memperbaiki mobil yang mogok atau barang-barang elektronik seperti televisi, komputer, dan kulkas. Saat memiliki waktu luang, Leo lantas merakit satu per satu badan pesawat.

Mesin pendorong pesawat terbang itu telah diuji coba di jalan raya. Leo mengendarai badan pesawat mengelilingi kawasan Solo Baru, Grogol. “Jika sudah ada sayap, saya akan melakukan uji coba terbang di landasan pacu di Pantai Depok, Bantul, DIY. Saya yakin bisa terbang karena sudah diperhitungkan secara teknis. Bahan bakarnya ya premium bukan avtur yang digunakan pesawat terbang,” terang dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Joko, mengatakan Leo diketahui beberapa kali menguji coba mesin pendorong pesawat terbang melewati jalan perdesaan. Kala itu, laju pesawat cukup kencang.

Padahal, kondisi jalan perdesaan cukup sempit. Alhasil, badan pesawat yang dikemudikan Leo pernah menabrak tiang listrik di pinggir jalan. Joko mengaku bangga terhadap pesawat rakitan karya Leo.

Berita Terkait

Berita Terkini

Solopos Hari Ini: Delta Merajalela

Koran Solopos edisi Selasa (15/6/2021) mengulas tentang kasus Covid-19 varian Delta dari India yang terdeteksi ada lebih dari seratus di Indonesia. Lebih dari separuh di antaranya ada di Jateng.

Hasil Euro 2020: Tundukkan Polandia, Ini Kunci Kemenangan Slovakia

Secara mengejutkan Slovakia menundukkan Polandia 2-1 dalam laga pembuka Grup E Euro 2020 di Stadion Krestovsky, Saint Petersburg,

Sah! FIFA Izinkan Ezra Walian Perkuat Timnas Indonesia

Ezra Walian sebelumnya terganjal statuta FIFA karena sempat membela Timnas Belanda di ajang resmi, tepatnya di Euro U-17 2014.

Suporter Persis Solo Gelorakan Gerakan Satu Rumah Satu Bendera Persis

Suporter Persis Solo menyemangati Persis yang mulai bangun dari tidur panjang dengan gerakan satu rumah satu bendera persis.

Peran Besar Robin Olsen Menjaga Gawang Swedia Bikin Spanyol Tak Berkutik

Kiper Swedia, Robin Olsen menjadi tokoh antagonis bagi tim nasional Spanyol yang harus menelan hasil nirgol kontra Swedia

Spanyol 0-0 Swedia: Matador Sia-Siakan Peluang di Kandang

Spanyol tampil dominan dengan 75 persen ball possesion dan membuat 17 attempts, delapan di antaranya on goal.

Anti-Mainstream! Warung Makan di Jogja Ini Punya Menu Balung Dinosaurus & Gajah

Warung di Sleman, Jogja ini selain menawarkan makanan varian daging, juga beri sensasi menyantap makanan di kolong jembatan.

Polandia 1-2 Slovakia: Kejutan! Slovakia Langsung ke Puncak Grup E

Slovakia sementara memimpin Grup E setelah pada laga lainnya Spanyol versus Swedia berakhir seri alias tanpa pemenang.

Serangan Jantung, Penyebab Markis Kido Meninggal di Lapangan Bulu Tangkis

Markis Kido meninggal dunia karena serangan jantung di lapangan saat bermain bulu tangkis.

Markis Kido Berprestasi Tingkat Dunia, PBSI: Pantas Disebut Sang Legenda

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna, menyatakan Markis Kido layak disebut legenda bulu tangkis dengan segala prestasi yang sudah ditorehkan untuk Indonesia, khususnya di sektor ganda putra.

Saat Bermain Bulu Tangkis, Begini Kronologi Markis Kido Meninggal Dunia

Menurut Candra Wijaya yang kebetulan hadir di arena, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah game.

557 Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dalam Sepekan, Klaten Di Ambang Zona Merah

Satgas Penanganan Covid-19 Klaten mencatat ada 557 warga yang terkonfirmasi positif corona dalam sepekan terakhir.