Money Politics, Caleg Gerindra Wonogiri Dituntut 3 Bulan Penjara

Calon legislator (caleg) DPRD Wonogiri dari Partai Gerindra, Lambang Purnomo, dituntut hukuman tiga bulan penjara dalam kasus money politics atau politik uang

Money Politics, Caleg Gerindra Wonogiri Dituntut 3 Bulan Penjara

SOLOPOS.COM - Ilustrasi money politics (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI -- Calon legislator (caleg) DPRD Wonogiri dari Partai Gerindra, Lambang Purnomo, dituntut hukuman tiga bulan penjara dalam kasus money politics atau politik uang. 

Terkait tuntutan itu, Lambang melalui pengacaranya, Leonardus Agus Riyanto, menyatakan mengakui memberikan uang kepada peserta sosialisasi. Dia berharap majelis hakim memberi keringanan hukuman.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (27/5/2019), jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan pada sidang Jumat (24/5/2019) lalu. Atas tuntutan itu pengacara Lambang mengajukan pleidoi atau nota pembelaan. Pengacara membacakan pledoi, Senin siang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Bagyo Mulyono, saat ditemui Solopos.com di kantornya di kawasan kota, Senin, mengatakan selain tiga bulan penjara, Lambang juga dituntut denda Rp6 juta subsider sebulan kurungan. 

Menurut Bagyo tuntutan itu berdasar fakta persidangan yang terungkap di persidangan. Hanya, dia tidak dapat menyampaikan lebih detail fakta persidangan itu atas pertimbangan tertentu. Dia hanya menyebut dakwaan JPU terbukti. Enam saksi dan ahli hukum pidana yang dihadirkan JPU memperkuat pembuktian.

“Dakwaannya sama dengan jeratan pidana saat masih penyidikan oleh polisi,” kata Bagyo mewakili pelaksana tugas (Plt) Kepala Kejari (Kajari), Hendri Antoro.

Seperti diketahui, sebelumnya penyidik Polres Wonogiri menjerat Lambang yang merupakan caleg petahana itu dengan Pasal 523 ayat (1) junkto Pasal 280 ayat (1) huruf j UU No. 7/2017 tentang Pemilu. Lambang diduga kuat membagikan amplop berisi uang Rp50.000/amplop kepada lebih kurang 30 peserta sosialisasi Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 di rumah salah satu warga di Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, 7 April lalu.

Bagyo melanjutkan saat diperiksa di persidangan, Lambang mengakui perbuatannya. Namun, Lambang beralasan uang yang diberikannya adalah uang transportasi. Padahal, berdasar Keputusan KPU pemberian uang transportasi dilarang.

Pengacara Lambang, Leonardus, mengatakan secara fakta kliennya bersalah. Kesalahan itu terjadi karena Lambang belum memahami ketentuan yang mengatur ihwal biaya makan, minum, dan transportasi peserta pemilu tidak boleh berupa uang. 

Regulasi itu, yakni Keputusan KPU No. 278/PL.02.4-Kpt/06/KPU/I/2019 tertanggal 26 Januari 2019 tentang Biaya Makan, Minum, dan Transportasi. Dalam pleidoi, lelaki yang akrab disapa Leo itu berharap majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, seperti Lambang yang berlaku sopan selama menjalani sidang, menjadi tulang punggung keluarga, dan belum pernah terlibat masalah hukum.

“Majelis hakim direncanakan membacakan vonis, besok [Selasa],” ucap Leo. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).

Inilah Tanda-Tanda Ban Sepeda Motor Harus Diganti

Rider sepeda motor wajib mengetahui kondisi ban saat berkendara karena ban menjadi salah satu komponen inti yang memberikan jaminan keselamatan.  

Gempa M 7,2 Guncang Nias

Gempa Bumi bermagnitudo (M) 7,2 mengguncang Nias Barat, Sumatra Utara, Jumat (14/5/2021)

Warga Wonogiri Diimbau Silaturahmi Virtual, Tapi Banyak yang Masih Tatap Muka

Tradisi silaturahmi secara tatap muka pada momentum Lebaran tidak bisa sepenuhnya hilang, meski masyarakat sudah diimbau untuk melaksanakannya secara virtual.

Kepolisian Kulonprogo Lakukan Penyetopan Pedagang Daging Anjing

Aksi penyetopan pedagang daging anjing di Kabupaten Kulonprogo ini merupakan yang pertama di Indonesia.