Ilustrasi money politics (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI -- Calon legislator (caleg) DPRD https://soloraya.solopos.com/read/20190416/495/985808/lagi-2-caleg-wonogiri-dilaporkan-lakukan-money-politics" title="Lagi, 2 Caleg Wonogiri Dilaporkan Lakukan Money Politics">Wonogiri dari Partai Gerindra, Lambang Purnomo, dituntut hukuman tiga bulan penjara dalam kasus money politics atau politik uang. 

Terkait tuntutan itu, Lambang melalui pengacaranya, Leonardus Agus Riyanto, menyatakan mengakui memberikan uang kepada peserta sosialisasi. Dia berharap majelis hakim memberi keringanan hukuman.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (27/5/2019), jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutan pada sidang Jumat (24/5/2019) lalu. Atas tuntutan itu pengacara Lambang mengajukan pleidoi atau nota pembelaan. Pengacara membacakan pledoi, Senin siang.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) https://soloraya.solopos.com/read/20190410/495/984328/2-caleg-petahana-wonogiri-akan-diperiksa-bawaslu-atas-dugaan-money-politics" title="2 Caleg Petahana Wonogiri Akan Diperiksa Bawaslu Atas Dugaan Money Politics">Wonogiri, Bagyo Mulyono, saat ditemui Solopos.com di kantornya di kawasan kota, Senin, mengatakan selain tiga bulan penjara, Lambang juga dituntut denda Rp6 juta subsider sebulan kurungan. 

Menurut Bagyo tuntutan itu berdasar fakta persidangan yang terungkap di persidangan. Hanya, dia tidak dapat menyampaikan lebih detail fakta persidangan itu atas pertimbangan tertentu. Dia hanya menyebut dakwaan JPU terbukti. Enam saksi dan ahli hukum pidana yang dihadirkan JPU memperkuat pembuktian.

“Dakwaannya sama dengan jeratan pidana saat masih penyidikan oleh polisi,” kata Bagyo mewakili pelaksana tugas (Plt) Kepala Kejari (Kajari), Hendri Antoro.

Seperti diketahui, sebelumnya penyidik Polres https://soloraya.solopos.com/read/20190411/495/984624/ini-ancaman-hukuman-bagi-caleg-wonogiri-diduga-lakukan-money-politics" title="Ini Ancaman Hukuman Bagi Caleg Wonogiri Diduga Lakukan Money Politics">Wonogiri menjerat Lambang yang merupakan caleg petahana itu dengan Pasal 523 ayat (1) junkto Pasal 280 ayat (1) huruf j UU No. 7/2017 tentang Pemilu. Lambang diduga kuat membagikan amplop berisi uang Rp50.000/amplop kepada lebih kurang 30 peserta sosialisasi Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 di rumah salah satu warga di Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri, 7 April lalu.

Bagyo melanjutkan saat diperiksa di persidangan, Lambang mengakui perbuatannya. Namun, Lambang beralasan uang yang diberikannya adalah uang transportasi. Padahal, berdasar Keputusan KPU pemberian uang transportasi dilarang.

Pengacara Lambang, Leonardus, mengatakan secara fakta kliennya bersalah. Kesalahan itu terjadi karena Lambang belum memahami ketentuan yang mengatur ihwal biaya makan, minum, dan transportasi peserta pemilu tidak boleh berupa uang. 

Regulasi itu, yakni Keputusan KPU No. 278/PL.02.4-Kpt/06/KPU/I/2019 tertanggal 26 Januari 2019 tentang Biaya Makan, Minum, dan Transportasi. Dalam pleidoi, lelaki yang akrab disapa Leo itu berharap majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang meringankan, seperti Lambang yang berlaku sopan selama menjalani sidang, menjadi tulang punggung keluarga, dan belum pernah terlibat masalah hukum.

“Majelis hakim direncanakan membacakan vonis, besok [Selasa],” ucap Leo. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten