Caleg DPRD Jateng, Aryo Permana Kurniawan yang berprofesi sebagai tukang ojek online saat mengantar penumpang di kawasan TBRS, Semarang, Kamis (28/2/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Sudah bukan rahasia umum lagi jika dibutuhkan modal yang tidak sedikit untuk menjadi anggota legislatif. Mulai dari biaya promosi, sosialisasi, hingga membayar saksi harus dikeluarkan para calon anggota legislatif saat melakukan kampanye.

Meski demikian, hal itu rupanya tak berlaku bagi Aryo Permana Kurniawan. Hanya bermodal paspasan dan mengandalkan profesinya sebagai driver ojek online (ojol) pria berusia 29 tahun itu memberanikan diri bersaing memperebutkan kursi DPRD Provinsi Jateng pada Pemilu 2019.

“Saya modalnya percaya diri saja. Toh, sudah banyak orang dari kalangan bawah yang membuktikan. Mereka bisa terpilih sebagai anggota dewan, tanpa harus merogoh banyak uang. Apalagi di kontestasi kali ini, semua caleg punya kans sam,” ujar Aryo saat dijumpai Semarangpos.com di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kota Semarang, Kamis (28/2/2019).

Alumnus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu maju sebagai caleg DPRD Jawa Tengah (Jateng) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 13, yakni Batang, Pekalongan, dan Pemalang.

Memperebutkan kursi dewan dari Dapil 13, Aryo harus bersaing dengan sederet tokoh masyarakat maupun politikus, seperti Sukirman, Muhammad Soleh, hingga istri Bupati Pemalang, Irna Setiawati.

Kendati demikian, Aryo tidak ciut nyali. Pekerjaan sebagai driver ojol memberikan keuntungan baginya. Ia justru bisa bersosialisasi secara masif dengan cara menyebar kartu nama dan pamflet dirinya kepada rekan sesama tukang ojol maupun penumpang.

“Sebagai tukang ojek online, sosialisasi yang saya lakukan selama ini justru efektif. Saya bisa bertatap muka langsung dengan warga di daerah pemilihan. Selain itu, banyak teman-teman ojek online yang membantu,” ujar Aryo.

Dari sosialisasi itulah Aryo mengaku banyak mendengar aspirasi konstituennya. Mayoritas merupakan kalangan menengah ke bawah dan juga sesama driver ojol.

“Kita sadar selama ini kalangan masyarakat bawah kurang terwakili. Apalagi di wilayah seperti Pemalang dan Pekalongan. Usaha ojek online di sana juga banyak. Prospeknya bagus,” imbuh pria yang aktif berorganisasi di sayap Partai Golkar itu, baik Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) maupun Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) itu.

Agar lebih dikenal warga, lajang kelahiran Semarang 23 Agustus 1989 itu juga kerap berselanjar di dunia maya, melalui media sosial Instagram maupun Youtube.

“Saya punya channel Youtube sendiri di akun aryopermanak. Itu saya manfaatkan untuk mempromosikan diri bagi kalangan milenial maupun netizen,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten