Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Bengawan Formula Student Automotive Engineering (FSAE) UNS Solo mengendarai mobil Yudhistira saat launching di halaman Rektorat UNS, Senin (12/8/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Mobil Yudhistira karya mahasiswa yang tergabung dalam Tim Bengawan Formula Student Automotive Engineering (FSAE) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo siap beraksi di Japan Formula Student di Shizuoka Ecopa Stadium Jepang, 27–30 Agustus 2019 mendatang.

Yudhistira diambil dari nama putra pertama keluarga Pandawa dalam dunia pewayangan. Harapannya, agar mobil bikinan mahasiswa UNS Solo itu tangguh menghadapi rintangan dan cobaan.

Demi berlaga di ajang internasional tersebut kendaraan rancangan mahasiswa gabungan dari Teknik Mesin Fakultas Teknik, Pendidikan Teknik Mesin, dan Pendidikan Seni Rupa (FKIP) UNS Solo itu dipersiapkan selama satu tahun.

Ketua Tim Bengawan FSAE Ardan Prasetyo Nugroho membeberkan pada perlombaan nanti masih mengandalkan mesin yang sama pada ajang SAE tahun lalu. Tim Bengawan FSAE hanya melakukan beberapa modifikasi dan optimalisasi di beberapa bagian untuk meningkatkan performa mesin.

Perubahan paling besar dilakukan dengan mendesain ulang intake manifold menggunakan bahan karbon. Pihaknya juga mengganti knalpot sebagai saluran gas buang untuk mesin empat silinder itu. Mobil menggunakan rangka besi jenis STKM11 sedangkan body memakai bahan komposit fiber carton dan fiber glass sehingga lebih ringan.

“Racikan mesin yang digunakan juga telah disesuaikan dengan karakter lintasan yang akan digunakan. Mesin 400 cc cukup ringan untuk digunakan bermanuver di lintasan tersebut,” kata Ardan saat berbincang dengan solopos.com di UNS Solo, Senin (12/8/2019).

Dia menambahkan karakter lintasan tersebut membuat timnya melakukan riset untuk memperoleh akselerasi yang cepat. Salah satunya, harus membuang komponen karburator dan menggantinya dengan sistem injeksi.

"Pembuatan mobil Yudhistira menelan dana kira kira Rp200 juta," ungkap mahasiswa semester V Jurusan Teknik Mesin itu.

Dia menekankan penampilan mobil Yudhisira lebih ergonomic, sistem suspensi lebih stabil, serta memiliki kemampuan bermanuver lebih stabil. Kecepatan mobil 100-150 kilometer per jam dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) 35-37 kilometer per liter.

“Komponen kendaraan sebagian besar produk lokal, hanya beberapa bagian seperti ban, sambungan sistem bahan bakar yang harus menggunakan produk dari luar negeri,” ujarnya.

Pengerjaan mobil Yudhistira, sambung dia, di Laboratorium Teknik Mesin UNS Solo dengan melibatkan 30 mahasiswa dari Teknik Mesin, Pendidikan Mesin, dan Pendidikan Seni Rupa. Mahasiswa Seni Rupa merancang desain mobil yang dinominasi warna biru.

“Persiapan kali ini lebih baik sehingga kami berharap dapat meraih hasil terbaik di Jepang,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Kuncoro Diharjo mengatakan tim Bengawan FSAE tidak hanya membawa nama UNS, tapi membawa nama bangsa Indonesia.

“Jangan asal ikut, tapi harus menjadi pemenang. UNS mendukung sepenuhnya,”kata dia.

Kompetisi Student Formula Japan yang merupakan bagian dari Society of Automotive Engineer (SAE) adalah kompetisi internasional tingkat mahasiswa untuk merancang, mendesain, dan memproduksi sebuah mobil balap formula.

Penilaian tidak hanya meliputi aspek perfoma mobil, tapi juga mengorganisasi seluruh proses pembuatan mobil. Tim harus dapat mempresentasikan desain yang inovatif dan kreatif serta perencanaan pembiayaan yang baik dengan memerhatikan nilai jual dari sebuah produk. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten