MOBIL TOYOTA : Toyota Optimistis Alami Pertumbuhan di Jateng dan DIY
Seorang model berpose di sebelah mobil Yaris Heykers pada acara peluncuran mobil terbaru Toyota itu di Mall Ciputra, Kota Semarang, Jumat (4/11/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

Mobil Toyota, penjualannya di wilayah Jateng dan DIY diyakini mengalami peningkatan.

Solopos.com, DEMAK - PT New Ratna Motor melalui jaringan diler Nasmoco Group, selaku pemasar resmi kendaraan Toyota di Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan penjualan hingga 30.000 unit pada tahun 2017 ini.

Managing Director New Ratna Motor, Fatrijanto, mengatakan target tersebut naik dari realisasi tahun lalu yang mencapai 27.700 unit. Untuk merealisasikan target tersebut pihaknya akan memanfaatkan pasar pelaku industri.

“Tahun ini berharap pada banyaknya relokasi manufaktur dari Jawa Barat, Jakarta, Bekasi ke sini. Banyak juga kawasan industri di Ungaran, Boyolali dan lain-lain kami akan memanfaatkan itu,” ujar Fatrijanto saat acara persemian program CSR Toyota Organic Village di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak, Rabu (8/3/2017).

Dengan target penjualan tersebut pihaknya diproyeksikan akan menguasai sekitar 33% pangsa pasar mobil baru di Jateng dan DIY tahun ini. Persentase tersebut naik dari capaian tahun lalu sekitar 32%.

Adapun untuk kontribusi penjualan Toyota secara nasional, lanjut dia, hampir setiap tahun ada di kisaran 7%. Begitu juga dengan tahun ini, Fatrijanto memprediksi tidak akan berubah banyak. Di sisi lain, dengan penjualannya New Ratna Motor menjadi main dealer penyumbang penjualan terbanyak ketiga produk Toyota di Indonesia setelah Auto2000 dan Tunas Toyota.

Berkaca pada tahun lalu, kontribusi penjualan terbesar bagi New Ratna Motor datang dari low MPV yaitu Avanza dan LCGC yang diwakili Agya dan Calya yang hampir mencapai 50%. Fatrijanto menyebut, kontribusi kendaraan tersebut tahun ini akan tetap dominan, bahkan diperkirakan bertambah lebih dari 60%.

“Tahun lalu Calya penjualan dimulai dari Agustus, tahun ini full year. LCGC di Jateng itu sangat prospektif sekali karena pasar sepeda motor besar dan jika ekonomi tumbuh bisa pindah ke LCGC,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, tidak mustahil jika kelak pasar LCGC akan menyalip Avanza yang selama ini menjadi kontributor penjualan terbesar bagi Toyota. Di sisi lain, untuk menggenjot penjualan pihaknya pun akan menambah dua outlet tahun ini sehingga New Ratna Motor akan diperkuat 24 jaringan tahun ini.

Sebelumnya, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku distributor mobil Toyota di Indonesia tahun ini menargetkan penguasaan pangsa pasar minimal 35%. Adapun pada tahun 2016, PT TAM meraihan pangsa pasar mencapai 36,2%.

Sebagai gambaran, pada tahun lalu total penjualan retail Toyota mencapai 388.204 unit, naik sekitar 19,1% dari 2015 yang hanya 325.939 unit. Pada periode Januari-Februari 2017 Toyota meraih penjualan retail hingga 60.507 unit, naik sekitar 8,4% dari periode yang sama tahun lalu, yakni 55.821 unit.

Sementara itu, Vice President TAM, Henry Tanoto, mengatakan pihaknya optimistis tahun ini akan kembali mencatatkan pertumbuhan penjualan. Menurutnya, faktor pendorong pertumbuhan penjualan tahun ini adalah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ditopang keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur serta membaiknya harga komoditas,

“Jadi harapannya sampai akhir tahun kami bisa tetap di atas 35% karena produk baru yang tahun lalu keluar seperti Calya dan Sienta akan dipasarkan setahun penuh. Kami juga pasti ada produk-produk refreshment tahun ini," ucapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom